Bukti Cinta
Kamis, 5 Juli 2012 09:47 WIB
Share |
Oleh Jarjani Usman

“Dan di antara manusia ada yang mencintai sekutu-sekutu selain Allah. Mereka mencintainya sebagaimana kecintaan mereka kepada Allah, adapun orang-orang yang beiman lebih dalam cintanya kepada Allah. Seandainya orang-orang yang zalim itu menyaksikan tatkala mereka melihat azab (pada hari kiamat) bahwa sesungguhnya seluruh kekuatan adalah milik Allah dan bahwa Allah sangat berat siksaan-Nya (niscaya mereka menyesal)” (QS. Al-Baqarah: 165).

Usai sudah turnamen Sepakbola Piala Eropa yang dimenangkan Spanyol. Tak terhitung waktu yang khusus diberikan oleh umat manusia di seluruh dunia untuk menontonnya mulai tengah malam hingga pagi. Bagi kita umat Islam, dalam hal ini terdapat ukuran untuk mengukur kecintaan kepada Allah.

Untuk mewujudkan rasa cinta kepada kesenangan dunia seperti Sepakbola Piala Eropa, banyak insan merencanakannya dengan baik dan penuh semangat. Meskipun pertandingan harus disaksikan tengah malam, waktunya untuk tidur, banyak orang mengorbankan waktu tidurnya. Ada yang menunggunya berjam-jam sebelum pertandingan dimulai. Bahkan, merasa sangat puas bila menontonnya beramai-ramai. Makanya tidak heran, meskipun bisa menonton di rumah, banyak yang memilih nonton bersama-sama di luar rumah. Bahkan ada yang berangkat dari jauh, meskipun di tengah malam buta.

Bedanya halnya kalau panggilan untuk bertemu dengan Allah. Meskipun shalat berjamaah di dekat rumah dan wajib menghadirinya, banyak di antara kita tak menggubrisnya. Telinga bagaikan sudah tuli, tak mampu mendengar lagi suara azan. Yang (tetap) mendengarnya dan menghadirinya dengan penuh persiapan biasanya hanya satu dua, orang-orang yang sama. Inilah di antara pertanda bahwa banyak di antara kita telah begitu jauh terperangkap dalam mencintai (kesenangan) dunia ketimbang mencintai Allah.

Bila sudah lebih mencintai yang lain selain Allah, maka jalan merugi sedang dilalunya. Di samping sudah terlempar jauh dalam jurang kesesatan atau kezaliman, juga kerugian dalam setiap detik umur yang dilalui karena tak mendapatkan pahala dan petunjuk Allah.

Editor : bakri