Rabu, 10 Juni 2026

Massa Duduki KIP Nagan dan Panwas Aceh Barat

Ratusan massa menduduki halaman Komisi Independen Pemilihan (KIP) Nagan Raya sejak Kamis (5/7) sore hingga tadi malam

Tayang:
Editor: bakri
JEURAM - Ratusan massa menduduki halaman Komisi Independen Pemilihan (KIP) Nagan Raya sejak Kamis (5/7) sore hingga tadi malam. Sedangkan di Meulaboh, ratusan massa menduduki halaman Kantor Pengawas Pemilu (Panwaslu) Aceh Barat. Protes itu masih terkait dengan hasil pilkada putaran kedua yang belum serta-merta dapat diterima pihak yang memprotes.

Massa yang berdemo di Nagan teridentifikasi sebagai pendukung calon bupati/calon wabup HT Zulkarnaini/M Jamin Idham. Mereka menolak kebijakan yang diambil Komisi Independen Pemilihan (KIP) setempat yang memerintahkan PPS di wilayah itu melakukan penghitungan ulang hasil pilkada Senin (2/7) lalu.

Sedangkan pendukung calon bupati/wakil bupati Aceh Barat, H Ramli MS/Moharriadi Syafari, sejak Kamis (5/7) sore hingga malam berdemo untuk menuntut pengusutan sejumlah pelanggaran pilkada putaran kedua yang ditemukan panwaslu beberapa hari lalu.

Akibatnya, suasana kantor panwas yang terletak di belakang Kompleks Kantor Bupati Aceh Barat itu mendadak ramai. Massa yang berasal dari seluruh kecamatan di kabupaten itu hingga tadi malam terus berdatangan menuntut pembatalan (diskualifikasi) terhadap perolehan suara pasangan T Alaidinsyah (H Tito) dan Rachmat Fitri HD (H Nanda) yang diduga melakukan berbagai pelanggaran dalam pilkada putaran kedua di wilayah itu.

Amatan Serambi, massa yang terus berdatangan ke kantor bupati menggunakan truk, sepeda motor, serta pikap. Massa juga membangun posko dan dapur umum dalam memperjuangkan tuntutannya.

Sekretaris Timses H Ramli MS-Moharriadi Syafari, Fikriadi Lanta kepada Serambi tadi malam mengaku, pendudukan Kantor Panwas Aceh Barat itu dimaksudkan untuk menuntut sejumlah pelanggaran pilkada yang telah ditemukan dan dilaporkan kepada pihak terkait.

Menurutnya, hal yang paling menonjol adalah kasus pemilih ganda yang pelakunya berhasil ditangkap, yakni anggota DPRK Aceh Barat Ramli SE selaku Sekretaris Pemenangan Pasangan T Alaidinsyah dan Rachmat Fitri HD. Pelaku masih diamankan di Mapolres Aceh Barat, karena tertangkap tangan memberikan suara ganda di TPS II di Desa Pasi Jambu, Kecamatan Kaway XVI, Senin lalu.

Pihaknya mendesak Panwaslu Aceh Barat mengusut kasus itu dan mengusut sejumlah kasus yang sudah dilaporkan kepada panwas.

Wakil pengunjuk rasa itu diterima Ketua Panwaslu Aceh Barat, Rosni Idham didampingi anggotanya, Ida Raudah. Namun, tidak dicapai solusi sebagai respons atas tuntutan massa, sehingga mereka memilih untuk bertahan di Kompleks Kantor Bupati Aceh Barat.

Tolak buka kotak
Demo ratusan massa pedukung calon bupati Nagan Raya HT Zulkarnaini dan cawabup M Jamin Idham, di Nagan Raya justru menolak keputusan KIP setempat yang memerintahkan PPS di wilayah itu melakukan perhitungan ulang terhadap hasil pilkada, Senin lalu.

Akibatnya, suasana kantor yang terletak di Jalan T Ben Jeuram itu penuh sesak oleh massa, jalanan pun macet. Massa hingga tadi malam masih menduduki lokasi, karena tuntutan mereka belum direspons.

Sementara itu, unsur Muspida Nagan Raya seperti Pj Bupati H Azwir, Kapolres AKBP Heri Heryandi, Dandim 0116 Nagan Raya Letkol Inf Yunardi bersama KIP, dan perwakilan kedua timses kandidat tersebut, terus melakukan rapat koordinasi. Mereka membahas persoalan yang terjadi di wilayah itu untuk mencari solusi terbaik.

Hingga tadi malam, massa terus berorasi untuk menuntut KIP Nagan Raya yang dinilai melakukan tindakan yang bertentangan dengan Peraturan KIP Aceh Nomor 19 Tahun 2011 Pasal 48. Intinya, keputusan untuk membolehkan penghitungan ulang suara di wilayah itu dinilai menyalahi aturan.

“Kami tidak terima sikap KIP Nagan Raya, karena apa yang dilakukan itu melanggar aturan,” kata Teuku Idris, Ketua Pemenangan HT Zulkarnaini-HM Jamin Idham kepada Serambi kemarin.

Hal itu mereka lakukan sebagai reaksi atas tuntutan massa pendukung pasangan Asib Amin-Jasmi Has yang menuntut pilkada ulang karena ada indikasi terjadi sejumlah kecurangan saat pilkada putaran kedua berlangsung di kabupaten itu, Senin lalu. (edi)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved