Rabu, 10 Juni 2026

Tafakur

Menyambung Silaturrahim

Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah ia bersilaturrahim

Tayang:
Editor: bakri
Oleh Jarjani Usman

“Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah ia bersilaturrahim” (HR. Bukhari).

Sebagai makhluk bermasyarakat, manusia kerap bersentuhan satu sama lain, mulai dari sentuhan lisan, pikiran hingga sentuhan fisik.  Sebahagian dari sentuhan itu kadangkala menyebabkan terganggunya hubungan baik atau silaturrahim.  Bahkan ada yang begitu mudah memutuskannya hanya karena persoalan kecil, meskipun Rasulullah mengingatkan bahwa tidak akan masuk surga orang-orang yang memutus silaturrahim (HR. Bukhari & Muslim).

Kenyataannya, memutuskan silaturrahim memang mudah dan cepat, tapi menyambungnya susah dan lama. Padahal dalam suatu hadits, Rasulullah menyatakan bahwa begitu istimewa dalam pandangan Allah  orang-orang yang dengan niat suci mau memperbaiki silaturrahim  dengan sesama manusia yang sempat terputus.  Bahkan, perilaku yang tidak boleh tidak ada pada orang-orang beriman ialah menjaga silaturrahim.

Lebih-lebih mendekati bulan suci Ramadhan, yang memerlukan persiapan lahir dan batin.  Menyambung silaturrahim yang sempat terputus, termasuk upaya mulia untuk mengobati penyakit batin, agar selamat ibadah terutama selama bulan penuh rahmat itu dari kecacatan.  Apalagi dalam hadits qudsi, Allah menyatakan akan mempererat hubungan dengan orang-orang yang suka menyambung silaturrahim dan mengancam memutuskan hubungan dengan orang-orang yang suka memutuskannya (HR. Bukhari).

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved