Kamis, 27 November 2014
Serambi Indonesia

Harga Melinjo di Pidie Jaya Anjlok

Senin, 9 Juli 2012 09:30 WIB

MEUREUDU - Harga melinjo selama dua pekan terakhir di pasar Beureunun, Kecamatan Mutiara, Pidie, anjlok. Menurut pedagang turunnya harga melinjo tersebut karena banyaknya pasokan melinjo dari luar kabupaten tersebut.

Tgk Nurdin Paru, agen penampung melinjo di Beureuneun kepada Serambi Minggu mengatakan, akibat pasokan melinjo dari Medan dan dari Pulau Jawa sejak dua pekan terakhir cukup banyak, menyebabkan harga melinjo lokal anjlok secara drastis.

“Biasanya harga melinjo lokal yang kami tampung di pusat pasar Beureunun, Rp 22.000/bambu. Namun, akibat pasokan melinjo dari Medan dan Jakarta itu harga turun menjadi Rp 7.000 sampai Rp Rp 8.000/bambu,”ujar Tgk Nurdin Paru. Disebutkan, dalam dua pekan pasokan melinjo dari luar daerah itu mencapai 20 hingga 60 ton.

Masih menurut keterangan Tgk Nurdin aru, bahwa harga melinjo luar daerah itu dijual Rp 5.000 sampai Rp 6.000/bambu. Diakui, untuk mutu daya tahan dan cita rasa kerupuk hasil melinjo lokal jauh lebih berkwalitas dibandingkan dengan melinjo luar daerah. Disebut pasokan melinjo dari luar daerah secara tak terpantau instansi terkait tersebut sangat mengganggu para pengusaha melinjo lokal. “Perdagangan yang tak sehat ini seharusnya dapat perhatian pemerintah, sehingga tidak mematikan perekonomian petani melinjo lokal,”kata Tgk Nurdin.(c43)
Editor: bakri

TRIBUNnews.com © 2014

About Us

Help

Atas