Illiza: Sebenarnya Saya Sudah Mati
HENING melingkupi Aula Arafah, Asrama Haji Banda Aceh, menjelang siang, Sabtu 7 Juli 2012. Semua mata dan telinga tertuju pada satu sosok
Hj Illiza Sa’aduddin Djamal, dalam kapasitasnya sebagai Wakil Wali Kota Banda Aceh, mengungkap rahasia pribadinya itu saat membuka Pelatihan Shalat Tahajud sebagai Solusi Penyembuh Berbagai Penyakit yang dilaksanakan Majelis Ta’lim Al-Wustha Banda Aceh. Kegiatan yang diikuti hampir 300 peserta itu dibimbing Prof Mohammad Sholeh, Guru Besar sekaligus pakar neurologi dari IAIN Sunan Ampel, Surabaya.
“Ya, sebenarnya saya sudah mati, tapi Allah masih menyayangi saya, karena itu sebagai tanda syukur saya akan wakafkan seluruh hidup saya untuk pengabdian kepada-Nya”, tandas Illiza yang beberapa waktu lalu sempat digerogoti penyakit kangker. “Banyak kasus penyakit kangker seperti yang saya alami berujung pada kematian. Namun dengan izin dan kasih sayang Allah, saya sembuh total,” lanjutnya.
Menurut Illiza, banyak orang yang tidak mampu mengambil hikmah dari cobaan Allah. Ketika Allah menyinggahkan suatu penyakit kepada hamba-Nya, sesungguhnya Allah sedang menyayangi hamba-Nya itu agar tetap berada di jalan yang benar.
Illiza juga mengingatkan tentang pentingnya terus menerus membangun komunikasi dengan Allah. Kalaulah di waktu siang hari penuh dengan aktifitas keduniaan, maka sebagian dari waktu malam adalah saat yang tepat berkomunikasi dengan Allah. “Salah satu media yang tepat untuk membangun komunikasi dengan Allah adalah shalat tahajud. Tapi sayang, banyak yang lebih suka berkeliaran di luar atau nongkrong di warung kopi, bukan untuk keluarga dan bertahajud kepada Allah,” ujarnya.
Dari pengalaman spritual yang telah pernah dilewatinya, Illiza sangat yakin komunikasi yang baik dan istiqamah dengan Allah akan menjadi solusi utama dalam menyelesaikan berbagai persoalan hidup termasuk solusi penyembuhan penyakit.
Illiza mengaku sudah lama mendengar penemuan akademis dan medis terkait manfaat shalat tahajud yang benar sebagai penyembuh berbagai penyakit. Tetapi, katanya, tanpa penemuan itu pun, Illiza haqqul yakin ada seribu satu hikmah dalam setiap ajaran Islam. “Saya mengimbau warga Kota Banda Aceh agar setiap malam dapat menyisihkan waktu untuk bertahajud, membangun komunikasi dengan Allah. Inilah solusi terbaik menyelesaikan berbagai persoalan hidup dan penyembuhan penyakit,” ajaknya.
Pelatihan Shalat Tahajud sebagai Solusi Penyembuh Penyakit dibagi dua sesi, yaitu sesi pagi sampai sore diisi dengan materi tata cara shalat tahajud yang menyembuhkan sedangkan pada malam harinya, mulai pukul 20.00 WIB, di Masjid Al-Makmur/Masjid Oman Lampriek dilakukan praktik.
“Melihat antusiasme peserta dan menariknya materi yang disampaikan, insya Allah kita akan mengagendakan kembali acara ini,” kata Nur Asiah, Ketua Majelis Ta’lim Al-Wusta Banda Aceh yang juga Ketua Panitia Pelaksana Pelatihan Shalat Tahajud. “Di tengah beragamnya persoalan hidup, ternyata tahajud yang benar mampu membebaskan kita dari jeratan persoalan. Semoga semua kita mendapat kesempatan mengikuti pelatihan seperti ini,” timpal Usamah El-Madny, seorang peserta.(nasir nurdin)