'Neraka' Heat Wave Landa Amerika
"Lebih panas dari neraka," kata John Ghio,turis yang sedang mengunjungi Gedung Putih
Media-media Amerika merilis beberapa korban meninggal kebanyakan lansia yang terperangkap di rumahnya tanpa pendingin ruangan akibat pemadaman listrik.
10 korban tewas terdapat di Chicago dan jumlah yang sama juga menimpa warga di Virginia dan Maryland. Masing-masing tiga orang meninggal di Wisconsin, Ohio, dan Pennsylvania, dan dua orang di Tennessee.
Bayi perempuan berusia empat bulan meninggal di dalam mobil setelah ditinggalkan "dalam jangka waktu yang panjang" di Greenfield, Indiana.
Sabtu waktu setempat, temperatur mencapai 41 derajat Celsius di Washington DC - salah satu temperatur terpanas yang pernah terjadi di kota - dan 46 derajat Celsius di St. Louis, Missouri.
"Lebih panas dari neraka," kata John Ghio,turis yang sedang mengunjungi Gedung Putih, kepada pada Reuters, juga sempat disitat BBC.
"Terlalu panas. Ayah saya berkata rasanya seperti dibakar api," kata wisatawan asal Cina Xiao Duan, 30.
Sementara itu, ratusan orang di West Virginia, Virginia, Ohio, New Jersey, Maryland, dan Indiana masih mengalami pemadaman listrik akibat badai di area tersebut seminggu yang lalu.
Sejumlah kota memberlakukan jam ekstra dikolam renang umum. Beberapa komunitas menawarkan makanan pada penduduk yang persediaan makanannya rusak akibat lemari pendingin yang tidak dapat berfungsi.
Kelas-kelas musim panas di 21 gedung ditutup karena tidak ada pendingin ruangan. Temperatur tinggi juga merusak jalan utama Colombus Drive, membuat jalan itu retak dan melengkung sebanyak 12 centimeter.
Cuaca dingin diperkirakan berada di bagian utara negara Midwest, dan badai lebih kuat diperkirakan bisa menghantam ke daerah yang memiliki temperatur rendah. (H)