Dua Boat Kandas di Mulut Kuala
Rabu, 11 Juli 2012 09:20 WIB
Berita Terkait
- Satu Lagi, Korban Rubber Boat Terbalik Meninggal Dunia
- Boat Sibolga Bertahan di Teluk Meulaboh
- Tugboat yang Terdampar di Meulaboh belum Ditarik
- Nelayan Abdya Hilang di Laut
- Tongkang dan Tugboat Terdampar Disapu Badai
- Boat Tenggelam, 1 Nelayan Hilang
- Pencarian Koban Boat Karam Berakhir Hari Ini
- Boat Karamkan, Tiga Penumpang Hilang
- Kuala Dangkal, Dua Boat Rusak
- Ditpol Air Aceh Gagalkan Selundupan Mobil
BIREUEN - Dua boat nelayan Kuala Raja, Kecamatan Kuala, Bireuen kandas di mulut kuala setempat, Senin (10/7) pagi saat hendak melaut. Penyebabnya, mulut kuala itu sudah dangkal dan sampai kemarin belum dikeruk oleh pihak terkait.
Amatan Serambi, setelah boat ukuran sedang itu kandas, belasan nelayan mengambil cangkul dan skrop untuk memindahkan pasir di bawah boat. Lalu, mereka mendorong boat, tapi tetap saja boat itu tidak bisa melaut.
M Yusuf, nelayan setempat mengatakan, nelayan sudah berkali-kali meminta bantuan Dinas Kelautan dan Perikanan Bireuen agar mengeruk kuala, tapi sampai sekarang belum dilakukan. “Sudah 10 hari kami tidak bisa melaut karena mulut kuala dangkal,” ujarnya.
Kadis Kelautan dan Perikanan Bireuen, M Jafar, kemarin, mengatakan, penanganan darurat untuk mengeruk mulut kuala akan dilakukan akhir Juli ini. “Sedangkan penanganan permanen sudah diusulkan melalui APBA tahun 2013 mendatang,” pungkasnya.(yus)
Amatan Serambi, setelah boat ukuran sedang itu kandas, belasan nelayan mengambil cangkul dan skrop untuk memindahkan pasir di bawah boat. Lalu, mereka mendorong boat, tapi tetap saja boat itu tidak bisa melaut.
M Yusuf, nelayan setempat mengatakan, nelayan sudah berkali-kali meminta bantuan Dinas Kelautan dan Perikanan Bireuen agar mengeruk kuala, tapi sampai sekarang belum dilakukan. “Sudah 10 hari kami tidak bisa melaut karena mulut kuala dangkal,” ujarnya.
Kadis Kelautan dan Perikanan Bireuen, M Jafar, kemarin, mengatakan, penanganan darurat untuk mengeruk mulut kuala akan dilakukan akhir Juli ini. “Sedangkan penanganan permanen sudah diusulkan melalui APBA tahun 2013 mendatang,” pungkasnya.(yus)
Editor : bakri
