Selasa, 9 Juni 2026

Fakultas Pertanian Unimal, Aceh Utara

Peraih Beasiswa untuk Riset Kakao

TAHUN 2010, Lukman baru saja menyelesaikan penelitian di Unit State Development Agricultural (USDA) Amerika Serikat. Lukman adalah satu

Tayang:
Editor: bakri
TAHUN 2010, Lukman baru saja menyelesaikan penelitian di Unit State Development Agricultural (USDA) Amerika Serikat. Lukman adalah satu dari dua perwakilan Aceh untuk melakukan penelitian di Negeri Paman Sam itu setelah terpilih sebagai peraih beasiswa dari World Cacao Foundation (WCF).

Selain konsisten, Lukman juga memiliki banyak pengalaman dalam riset di kampus tersebut. Sebelumnya, dosen tersebut juga mendapat beasiswa dari Swiss Contact untuk melakukan riset klon (perbanyakan tanaman tanpa benih) unggul Aceh.

Lukman adalah dosen berprestasi di Fakultas Pertanian Universitas Malikussaleh (Unimal) Aceh Utara. Dia menyelesaikan pascasarjana (S2) di Institut Pertanian Bogor (IPB) tahun 2005, setelah sempat mengajar setahun di Fakultas Pertanian Unimal. “Di Amerika saya banyak mendapat pengalaman baru, karena memang pertanian di sana sudah sangat maju karena didukung sepenuhnya oleh pemerintah,” katanya.

Sekarang Lukman sedang disibukkan dengan penelitian lanjutan di kampus. Karena tiap hari dia harus melakukan pengamatan dan pemeliharaan terhadap tanaman kakao yang diteliti. “Kemungkinan penelitiannya baru selesai tahun 2016 mendatang setelah tanaman kakao berproduksi,” katanya.

Selain itu, ia juga sedang mempersiapkan jurnal dari tahapan riset yang dilakukannya itu. “Hasil riset itu nanti rencananya akan saya bukukan, karena ini penelitian baru. Sehingga bisa digunakan petani dan pemerintah untuk meningkatkan kualitas produksi tanaman kakao di Aceh,” katanya.

Sebelumnya, Lukman juga telah banyak melakukan penelitian di kampus. Tahun 2006, ia mulai meneliti tentang ubi jalar di lahan bekas tsunami. Lalu, tahun 2008 dia juga melakukan penelitian perbanyakan tanaman penghasil gaharu (bahan yang digunakan untuk obat-obatan dan parfum), dan tahun 2009 riset tentang identifikasi tanaman penghasil gaharu di Aceh. “Penelitian saya lakukan sambil menyelesaikan program dokctoral di Universitas Sumatera Utara (USU) Medan,” katanya. * jafaruddin

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved