Selasa, 9 Juni 2026

Opini

Bireuen, Berharap dari Pemimpin Baru

BIREUEN, kini punya pemimpin baru, H Ruslan M Daud dan Ir Mukhtar Abda MSi sebagai Bupati/Wakil Bupati Bireuen terpilih periode 2012-2017

Tayang:
Editor: bakri
Oleh Zulfikar

BIREUEN, kini punya pemimpin baru, H Ruslan M Daud dan Ir Mukhtar Abda MSi sebagai Bupati/Wakil Bupati Bireuen terpilih periode 2012-2017 dengan meraih 46,36% suara. Di balik kemenangan yang mereka raih dan suara yang telah diberikan oleh masyarakat dalam Kabupaten Bireuen, tentu ada sebuah pengharapan besar dari masyarakat, agar Bireuen yang hari ini berada antara “ada dan tiada” (mau dileburkan kembali ke kabupaten induknya Aceh Utara) menjadi Bireuen yang “benar-benar ada”.

Masyarakat yang telah menyumbangkan suaranya untuk memilih calon pemimpin yang baru tentu punya berbagai pengharapan dan ingin perubahan dari pemimpin-pemimpin mereka sebelumnya, karena selama Bireuen ini telah ada belum ada sesuatu apa pun yang istimewa di mata msyarakat dan belum ada perubahan yang signifikan, mungkin saat ini itulah yang mereka harapkan dari pemimpin mereka yang baru, seperti iklan “sesuatu yang baru perlu dicoba”.

Kemenangan yang telah diraih oleh pasangan yang dikenal dengan slogan “Harus Muda” itu, semoga benar-benar menjadi sebuah pilihan dari hati nurani masyarakat Bireuen. Slogan “Harus Muda” merupakan sebuah slogan yang harus diperlihatkan oleh pemimpin Bireuen kedepan agar Bireuen menjadi benar-benar bersemangat muda, serta akan menjadi kabupaten paling muda dan paling baik di antara kabupaten-kabupaten yang lain.

‘Warning’ pemerintah
Bireuen yang selama ini merupakan sebuah kabupaten yang berada dalam bayang-bayang lampu kuning alias warning dari pemerintah pusat untuk kembali dileburkan dengan Kabupaten Aceh Utara atau tunduk ke Provinsi Aceh. Laporan keuangan Pemkab Bireuen juga dipermasalahkan alias masih dalam predikat WDP bukan WTP seperti kabupaten-kabupaten pemekeran lainnya. Inilah pekerjaan rumah yang harus dibenahi oleh “Harus Muda” untuk masa yang akan datang.

Bireuen membutuhkan pemimpin yang benar-benar punya semangat muda dalam membangun, baik di bidang infrastruktur, ekonomi maupun akidah, karena selama kepemimpinan era sebelumnya tidak ada perubahan yang nyata, di bidang pembangunan serta program yang diterapkan dengan kurang jelas, seolah-olah memimpin dengan meraba-raba, serta seperti pemimpin yang sedang belajar ilmu kepemimpinan. Ke depan perlu pemimpin yang punya komitmen untuk membangun, punya program-program dan ide-ide yang cemerlang, mengedepankan musyawarah serta menjalin hubungan yang baik antara umara dan ulama.

Bireuen merindukan seorang pemimpin yang membangun wilayah secara merata, adil dan tidak mementingkan sekelompok orang saja, bukan seperti era sebelumnya yang melekat dengan Birma (Bireuen Matang) karena pemimpinnya orang Bireuen dan Matang, tetapi yang diperlukan adalah pemimpin yang bisa membangun 17 kecamatan yang ada dalam Kabupaten Bireuen, pemimpin yang selalu berkunjung ke desa-desa bukan ke luar negeri, pemimpin yang membantu rakyat bukan membohonginya dengan berbagai impian semu, pemimpin yang peduli kepada rakyat bukan kepada kepada kelompoknya semata.

Kabupaten Bireuen akan semakin maju dan baik jika pemimpinnya bisa memberdayakan potensi yang dimiliki oleh Bireuen, karena banyak orang-orang pintar dan intelektual yang ada dalam Kabupaten Bireuen, dan pengembangan Bireuen dari berbagai potensi yang ada sangat memungkinkan sekali, Bireuen harus dibersihkan dari para koruptor yang telah mengerogoti Bireuen selama puluhan tahun, karena koruptor itulah yang akan merusak bangsa dan Negara. Pemimpin Bireuen harus berani bersikap dengan membedakan antara haq (benar) dengan bathil (salah), serta tidak ada istilah anak kandung dan anak tiri dalam menjalankan roda pemerintahannya.

Penerapan Syariat Islam
Bireuen merindukan kembali penerapan Syariat Islam (SI) sesuai dengan qanun yang telah ditandatangani pada 2002 silam, karena selama ini penerapan syariat Islam itu seolah-olah hilang. Kabupaten Bireuen yang dulu harum dengan penerapan Syariat Islam (SI) serta menjadi kabupaten pertama yang melaksanakan hukum cambuk bagi pelanggar syariat dalam bidang maisir (mabuk) dan khalwat (mesum), tapi keharuman itu telah sirna dengan timbulnya aliran sesat “Millata Abraham” yang sangat mencengangkan semua orang.

Bireuen perlu pemimpin yang punya banyak program pada masa kepemimpinannya serta mampu merealisasikan program-program tersebut untuk masa yang akan datang, bukan pemimpin yang punya program dan bantuan pada saat masa jabatan habis, karena masa 5 tahun adalah masa yang sangat lama untuk menjadikan Bireuen sebagai kabupaten yang berhasil dalam berbagai bidang, kalau itu bisa diwujudkan oleh “Harus Muda” maka Bireuen yang akan datang akan menjadi kabupaten yang maju dan mampu bersaing dengan kabupaten-kabupaten yang lain.

Kepada pemimpin Bireuen yang baru, kita mengharapkan kiranya dapat mengimplementasikan segala program-program yang telah dicanangkan pada masa kampanye dan keinginan-keinginan masyarakat yang telah memilihnya pada 25 Juni lalu, sehingga akan terjadi pembangunan secara adil dan merata, peningkatan pendapatan ekonomi, penegakan hukum yang tidak pilih kasih, serta memberantas berbagai maksiat yang kian merajalela, karena baik dan buruknya sebuah bangsa dan Negara sangat tergantung kepada pemimpinnya.

Semoga di bawah kepemimpinan yang baru, Bireuen akan menjadikan Bireuen yang semakin maju, serta ada perubahan dari pemimpin-pemimpin sebelumnya, karena keinginan dari para rakyat dalam memilih pemimpin baru adalah perlu perubahan dalam kepemipinan atau perlu sesuatu yang baru yang belum mereka rasakan dan temukan dari pemimpin mereka selama ini. Semoga!

* Tgk Zulfikar, S.Sos.I, Dosen Komunikasi dan Penyiaran Islam Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Al-Aziziyah, Samalanga, Bireuen. Email: fikarz80@yahoo.com

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved