Gubernur: Kelola dengan Baik Potensi Simeulue
Selasa, 17 Juli 2012 09:16 WIB
Share |
17072012foto.6_.jpg
SERAMBI/SARI MULIYASNO
Gubernur Aceh, dr Zaini Abdullah menandatangani berita acara pelantikan Bupati dan Wakil Bupati Simeulue, Drs H Riswan NS dan Hasrul Edyar Ssos, MAP, di Gedung DPRK Simeulue, Senin (16/7).
SINABANG - Segenap sumber daya kelautan dan perkebunan yang dimiliki Kabupaten Simeulue hendaklah diberdayakan dan dipergunakan sebesar-besarnya untuk kesejahteraan rakyat Simeulue. Untuk itu, semua potensi tersebut harus dikelola sebaik-baiknya dengan prinsip ramah lingkungan dan berkelanjutan (sustainable).

Hal itu ditegaskan Gubernur Aceh, dr Zaini Abdullah ketika menyampaikan arahan seusai melantik Drs H Riswan NS dan Hasrul Edyar SSos MAP masing-masing sebagai Bupati dan Wakil Bupati Simeulue periode 2012-2017 dalam sidang paripurna istimewa di gedung DPRK setempat, Senin (16/7) siang.

Kepada pasangan kepala daerah yang baru dilantik itu, Gubernur Zaini berpesan agar dapat mewujudkan perubahan di segala bidang dan dapat membawa kabupaten ini ke kondisi yang lebih baik. “Daerah ini potensi perikanannya belum dikelola dengan baik dan masih tradisional, begitu juga dengan pemasarannya yang masih terbatas,” tukas Zaini.

Tak hanya soal perikanan, Gubernur Zaini juga menyebut sejumlah potensi menonjol yang dimiliki kabupaten di Samudra Hindia yang terdiri atas 41 pulau besar dan kecil itu. Di antaranya perkebunan cengkeh yang dulunya menghasilkan produksi terbanyak di Aceh. “Lobster, kelapa, kakao, pinang, dan sawit juga banyak terdapat di Simeulue. Ini hendaknya dikelola dengan sebaik mungkin,” imbuh Gubernur Zaini Abdullah.

Gubernur juga menyinggung soal beras yang saat ini masih didatangkan warga Pulau Simeulue dari daratan. Padahal, menurut Dokter Zaini, lahan-lahan pertanian yang ada sangat potensial dikelola secara intensif, sehingga ke depannya Simeulue mampu berswasembada beras. “Sehingga tidak perlu lagi didatangkan dari daratan Aceh,” imbuhnya.

Pada kesempatan itu Gubernur Zaini juga menegaskan bahwa ia tidak ingin muncul anggapan bahwa Pemerintah Aceh menganaktirikan Simeulue. “Kita akan bekerja sama untuk mengoptimalkan daerah ini. Oleh sebab itu, saya berharap kepada Bupati dan Wakil Bupati Simeulue berkenan untuk terus berkoordinasi dengan kami,” kata Zaini yang disambut aplaus hadirin.

“Saya juga meminta agar Saudara Bupati dan Wakil Bupati tetap kompak, jangan sampai retak di tengah jalan. Sebab, pengalaman yang sudah-sudah menunjukkan, disharmoni antara bupati dan wakil bupati akan menyebabkan distorsi terhadap program-program pembangunan yang hendak diimplementasikan,” demikian Zaini.

Acara pelantikan yang dihadiri hampir seribu undangan beserta masyarakat Simeulue itu, berlangsung lancar dan tertib. Kemudian dilanjutkan dengan serah terima jabatan dan pelantikan Ketua Tim Penggerak PKK dan Dekranas Kabupaten Simeulue oleh istri Gubernur Zaini, Niazah A Hamid.

Seusai pelantikan dan makan bersama kemarin siang, Gubernur Aceh dan rombongan bertolak pukul 15.30 WIB ke Singkil naik pesawat MAF. “Kami tiba di Bandara Hamzah Fansyuri Singkil 45 menit kemudian,” lapor Ajudan Khusus Gubernur Aceh, Tgk Muzakir A Hamid menjawab Serambi via telepon tadi malam.

Di dalam pesawat itu, antara lain, ikut istri Gubernur Zaini Abdullah, Wakil Ketua DPRA Amir Helmi SH, dan Kepala Biro Tata Pemerintahan Aceh, A Hamid Zein SH MHum.

Setiba di Singkil, rombongan disambut secara adat, termasuk ditepungtawari (dipeusijuek) dan disuguhi tarian adat, Gelombang 12. Selama di Singkil, Gubernur Zaini dan nyonya menginap di pendapa bupati. Tadi malam berlangsung pertemuan dengan tokoh-tokoh masyarakat, PNS, dan kader Partai Aceh yang ada di Aceh Singkil.

Pagi ini Gubernur Aceh akan melantik Safriadi SH dan Dulmusrid masing-masing sebagai Bupati dan Wakil Bupati Aceh Singkil periode 2012-2017 di gedung dewan setempat. Pasangan ini meraih suara terbanyak pada Pilkada 9 April lalu dengan meraup 19.309 atau 37,58% dari 51.379 suara sah. (c48/dik)

Editor : bakri