Selasa, 9 Juni 2026

Gubernur Minta Singkil Dibangun Sesuai Potensi

Gubernur Aceh, dr Zaini Abdullah meminta Bupati dan Wakil Bupati Aceh Singkil yang ia lantik Selasa (17/7) kemarin untuk bekerja

Tayang:
Editor: bakri
zoom-inlihat foto Gubernur Minta Singkil Dibangun Sesuai Potensi
SERAMBI/DEDE ROSADI
Gubernur Aceh, dr Zaini Abdullah menyerahkan memori pelantikan kepada Bupati/Wakil Bupati Aceh Singkil, Safriadi/Dulmursid di Gedung DPRK setempat, Selasa (17/7).
SINGKIL - Gubernur Aceh, dr Zaini Abdullah meminta Bupati dan Wakil Bupati Aceh Singkil yang ia lantik Selasa (17/7) kemarin untuk bekerja sepenuh hati, pacu pembangunan dan bangun daerah sesuai potensi, jaga kekompakan, dan jalin komunikasi yang baik dengan legislatif, ulama, dan tokoh adat. Termasuk hubungan dengan Gubernur Aceh sebagai wakil pemerintah pusat di daerah.

“Aceh Singkil juga memiliki potensi wisata yang sangat besar di Pulau Banyak. Ini harus dikembangkan. Di Pulau Banyak ada penyu hijau, aneka ikan hias, dan potensi lain yang menjadi daya tarik turisme,” kata Dokter Zaini dalam pidatonya seusai melantik Safriadi SH dan Dulmusrid masing-masing sebagai Bupati dan Wakil Bupati Aceh Singkil dalam siang paripurna istimewa DPRK setempat, di kawasan Kampung Baru, Singkil Utara, Selasa pagi.

Salah satu potensi wisata Aceh Singkil yang disebutkan Gubernur Zaini kemarin adalah 99 buah pulau di gugus Kepulauan Banyak yang sangat layak dikembangkan menjadi objek wisata andalan. Termasuk keindahan alam bawah laut dan penyu hijaunya.

Pengembangan wisata dimaksud, ditunjang pula dengan potensi ikan laut Aceh Singkil yang mencapai 4.000 ton per tahun. Menurut Gubernur Aceh, jumlah itu masih bisa dikembangkan lagi. Termasuk sejumlah potensi lain, seperti sawit dan karet yang bisa dikonversi ke program pembangunan guna menyejahterakan rakyat.

“Bupati dan wakil bupati, sebagai putra daerah, tentulah paham betul dengan potensi yang ada. Ini harus dikonversi ke program pembangunan dan bangun Aceh Singkil sesuai potensi daerahnya,” ujar Zaini.

Tugas lain yang harus segera diselesaikan pasangan Safriadi-Dulmusrid, menurut Gubernur Aceh, adalah masalah suku dan agama yang sering memanas, di samping penyelesaian sengketa lahan antara masyarakat setempat dengan PT Nafasindo, berdasarkan hasil pengukuran BPN Pusat.

Saat pelantikan berlangsung, Singkil diguyur hujan lebat, meski sehari sebelumnya beredar kabar bahwa panitia pelantikan sudah mendatangkan pawang hujan. Namun, meski kemarin hujan, acara tetap berjalan khidmat.

Sidang paripurnan istimewa yang dipimpin Ketua DPRK Aceh Singkil, Putra Arianto itu dihadiri Kapolda Aceh, Irjen Pol Iskandar Hasan, Wakil Ketua DPRA, Amir Helmi dan Sulaiman Abda, Ketua PPRN Pusat Ameliya Ahmad Yani, dan undangan lainnya.

Sebelumnya, dalam acara ramah tamah dengan masyarakat di pendapa bupati, Ketua DPRK Aceh Singkil meminta Gubernur Zaini Abdullah agar sering datang ke Singkil agar pembangunan Singkil tidak tertinggal dari wilayah Aceh lainnya.

“Pelantikan bupati dan wakil bupati kali ini sangat istimewa, karena dihadiri dua orang Wakil Ketua DPRA dan Kapolda Aceh. Bahkan, Pak Gubernur pun menginap di Singkil. Ini menjadi tanda bahwa Aceh Singkil mendapat perhatian elite pemerintahan dalam mempercepat perbangunan,” kata Putra Arianto seraya berharap agar Gubernur Zaini tidak membeda-bedakan Aceh Singkil dengan daerah lainnya di Aceh.

Sementara itu, mahasiswa yang tergabung dalam Himpunan Pelajar Mahasiswa Aceh Singkil (Hipmasil), meminta Bupati Safriadi dan Wakil Bupati Dulmusrid yang dilantik kemarin untuk melaksanakan visi dan misinya seperti disampaikan saat berkampanye. “Jangan membuat program cet langet  (cat langit -red) yang tidak mungkin dapat dilaksanakan serta belum jelas manfaatnya bagi masyarakat,” kata Sukran Sastra, Ketua Hipmasil, dalam surat elektroniknya kepada Serambi, Selasa sore.

Menurut mahasiswa, Aceh Singkil memiliki potensi alam yang sangat menjanjikan. Mulai dari perkebunan, pertanian, pariwisata, dan perikanan yang apabila dikelola dengan baik, maka dapat menyejahterakan masyarakat. Namun jika tidak, maka sama seperti tahun sebelumnya, perekonomian masyarakat tetap terpuruk.

Sukran Satra mengajak mahasiswa dan masyarakat umum berpartisipasi memberi kritik dan saran jika terjadi penyelewengan kebijakan. “Tanpa keterlibatan semua pihak, sangat tidak mungkin Aceh Singkil bisa mencapai puncak kejayaannya ke depan,” pungkas Sukran. (c39)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved