BKSDA tak Tanggap Gangguan Gajah
Jumat, 20 Juli 2012 11:15 WIB
Share |
MEULABOH - Anggota DPRK Aceh Barat, H Amri HR SE menuding Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Provinsi Aceh, tak respon terhadap gangguan seekor gajah liar beberapa pekan terakhir di wilayah Kecamatan Woyla. Akibatnya, petani tidak berani lagi ke kebun dan gajah bertubuh besar itu kerap berkeliaran dalam pemukiman penduduk sehingga warga makin resah.

Hal itu ditegaskan Amri kepada Serambi, Kamis (19/7) kemarin. “Selama gangguan gajah, BKSDA yang tugasnya dalam menangani gajah liar terkesan tidak peduli dan masyarakat tidak tahu harus mengadukan kemana lagi, gajah itu setiap hari berkeliaran di sekitar pemukiman penduduk,” ujar anggota DPRK asal Kecamatan Woyla ini.

Sementara itu, Kepala BPBD Aceh Barat, HT Ahmad Dadek mengatakan, gangguan gajah liar di wilayah Woyla sudah meresahkan dan langkah yang sudah dilakukan sejauh ini membuat pengusiran dengan ledakan-ledakan mercon. “Meski diusir dengan mercon gajah tetap masih mendekati dan harapan kita ada upaya dari dinas terkait dari Banda Aceh,” katanya.(riz)

Editor : bakri