Tersangka Pembunuh Siswi SMTI akan Tes Kejiwaan
Jumat, 20 Juli 2012 08:34 WIB

Tribun Lampung/Romi Rinando
Dwi Komala Sari (16) semasa hidup.
Berita Terkait
- Dan Sang Ibu Menyusul Diana
- Tidak Pakai Jilbab, Dua Siswi Dicukur Rambut
- Pria AS Sewa Pembunuh untuk Penggal Hakim
- Terkepung, Eksekuor Pedagang Tokek Sembunyi di Atap…
- Duel Maut, Kakek Tewas Dicangkul Tetangga
- Gagal Merampok, Keponakan Tega Bunuh Bibi
- Polisi Tangkap Terduga Pembunuh Santri
- John Kei Terancam Hukuman Mati
- Ibu Kos Ditemukan Tewas Mengenaskan
- Warga Temukan Mayat Wanita Tanpa Baju di Kali
Laporan Wartawan Tribun Lampung, Romi Rinando
SERAMBINEWS.COM, LAMPUNG - Penyidik Polresta Bandar Lampung masih menunggu hasil visum dari Rumah Sakit Abdul Moeloek (RSUAM) untuk mengungkap kasus pembunuhan terhadap Dwi Komala Sari (16), siswi kelas II Sekolah Menengah Teknologi Industri (SMTI) Bandar Lampung.
Menurut Kapolresta Bandar Lampung, Kombes M Nurochman, hasil visum setidaknya membantu kepolisan mengungkap penyebab kematian Dwi, yang ditemukan tewas di gudang eks PT Pusri Jalan Gatot Subroto, Pahoman, Selasa (17/7/2012).
"Kami masih menunggu hasil visum dari RSUAM. Jika semua sudah selesai, penyidik akan melakukan rekonstruksi. Ini akan dilakukan untuk menguatkan sesuai pengakuan tersangka di dalam berita acara pemeriksaan (BAP)," ujar Nurochman saat dihubungi Tribun Lampung (Tribun Network), Kamis (19/7/2012).
Nurochman mengaku, pihaknya telah menetapkan Dr, rekan korban, sebagai tersangka. Hal ini dilakukan setelah penyidik melakukan pemeriksaan terhadap ketiga saksi termasuk tersangka.
Mantan Kapolres Lampung Timur dan Kota Metro ini, juga akan melakukan tes kejiwaan terhadap Dr, untuk mengetahui kondisi psikologisnya.
"Ini penting untuk mengetahui kondisi kejiwaan dia. Motif sementara tersangka diduga membunuh Dwi karena hendak menguasai motor korban," jelasnya.
Sempat menghilang sejak Jumat (13/7/2012), Dwi Komalasari (16) siswi kelas II Sekolah Menengah Teknologi Industri (SMTI) Bandar Lampung ditemukan sudah tidak bernyawa, Selasa (17/7/2012) pukul 17.45 WIB.
Naas, jasad Dwi tersimpan di dalam karung yang terkubur sedalam 40 cm di pekarangan belakang sebuah rumah di samping Rumah Makan (RM) Puti Minang, Jalan Gatot Subroto, Telukbetung Utara. Di leher korban terdapat bekas jeratan tali, dan luka pada bagian alis.
SERAMBINEWS.COM, LAMPUNG - Penyidik Polresta Bandar Lampung masih menunggu hasil visum dari Rumah Sakit Abdul Moeloek (RSUAM) untuk mengungkap kasus pembunuhan terhadap Dwi Komala Sari (16), siswi kelas II Sekolah Menengah Teknologi Industri (SMTI) Bandar Lampung.
Menurut Kapolresta Bandar Lampung, Kombes M Nurochman, hasil visum setidaknya membantu kepolisan mengungkap penyebab kematian Dwi, yang ditemukan tewas di gudang eks PT Pusri Jalan Gatot Subroto, Pahoman, Selasa (17/7/2012).
"Kami masih menunggu hasil visum dari RSUAM. Jika semua sudah selesai, penyidik akan melakukan rekonstruksi. Ini akan dilakukan untuk menguatkan sesuai pengakuan tersangka di dalam berita acara pemeriksaan (BAP)," ujar Nurochman saat dihubungi Tribun Lampung (Tribun Network), Kamis (19/7/2012).
Nurochman mengaku, pihaknya telah menetapkan Dr, rekan korban, sebagai tersangka. Hal ini dilakukan setelah penyidik melakukan pemeriksaan terhadap ketiga saksi termasuk tersangka.
Mantan Kapolres Lampung Timur dan Kota Metro ini, juga akan melakukan tes kejiwaan terhadap Dr, untuk mengetahui kondisi psikologisnya.
"Ini penting untuk mengetahui kondisi kejiwaan dia. Motif sementara tersangka diduga membunuh Dwi karena hendak menguasai motor korban," jelasnya.
Sempat menghilang sejak Jumat (13/7/2012), Dwi Komalasari (16) siswi kelas II Sekolah Menengah Teknologi Industri (SMTI) Bandar Lampung ditemukan sudah tidak bernyawa, Selasa (17/7/2012) pukul 17.45 WIB.
Naas, jasad Dwi tersimpan di dalam karung yang terkubur sedalam 40 cm di pekarangan belakang sebuah rumah di samping Rumah Makan (RM) Puti Minang, Jalan Gatot Subroto, Telukbetung Utara. Di leher korban terdapat bekas jeratan tali, dan luka pada bagian alis.
Editor : hasyim
Sumber : Tribunnews
