Selasa, 28 April 2015
Home » Opini

Orang-orang 'Aneh' di Bulan Ramadhan

Senin, 23 Juli 2012 09:39

KEMBALI Ramadhan menghampiri kita, seperti tahun-tahun sebelumnya selalu saja peristiwa ini akan berlaku sepanjang zaman hingga bumi menemui ajalnya. Karena Ramadhan adalah sesuatu yang berbeda di antara bulan-bulan lainnya, sudah barang tentu sejumlah amal ibadah terbaik telah kita persiapkan untuk kita persembahkan kepada Allah swt, yang pada akhirnya tentu tidak lain kita harapkan selain pahala yang berlipat ganda.

Walaupun Ramadhan bagi sebagian kita telah berulang-ulang melaksanakannya, tetapi tidak sedikit masyarakat kita tanpa sadar melakukan berbagai aktivitas yang kadang-kadang bertolak belakang atau bahkan jauh berbeda dengan tujuan yang ingin dicapai dari bulan Ramadhan itu sendiri (mencapai derajat takwa). Perilaku yang bertentangan dengan nilai-nilai dan esensi dari bulan Ramadhan itu sendiri, secara sadar ataupun tidak telah mewarnai sepanjang hidup dan kehidupan umat Islam dari waktu ke waktu. Dari serentetan perilaku itu setidaknya akan menciderai makna dari amal ibadah puasa yang sedang dijalani.

 Saling bertentangan
Beberapa perilaku yang saling bertentangan dengan target capaian ibadah puasa yang bertujuan untuk meningkatkan ketakwaan kepada Allah swt itu dapat kita amati dalam beberapa hal: Pertama, Berpuasa tetapi tidak shalat. Masih saja kita menemukan bahwa ada orang-orang yang berpuasa tetapi tidak shalat. Memang tidak ada data pasti berapa jumlahnya, tetapi ini dapat kita ketahui dari berbagai kejadian-kejadian yang sering kita saksikan sendiri di lingkungan kita.

Sebagai survei sederhana saja, Lembaga Survei Indonesia (LSI) dalam laporan surveinya tentang Tata Nilai, Impian dan Cita-cita Pemuda Muslim di Asia Tenggara (Indonesia dan Malaysia) bertanggal 14 Juni 2011 yang dilaporkan dalam websitenya www.lsi.or.id bahwa sebanyak 39.7% pemuda muslim kadang-kadang melaksanakan shalat, 30.2% sering, 28.7% selalu, dan 1.2% tidak pernah.

Dari data ini paling tidak kita memahami kalau digabungkan data yang menyatakan kadang-kadang, sering dan yang tidak pernah, maka kita mendapati angka bahwa 71.1% pernah tidak shalat atau meninggalkan shalat. Sebuah angka yang cukup memprihatinkan. Padahal shalat dan puasa, kedua-duanya adalah rukun Islam yang wajib di amalkan.

Kedua, Berpuasa tetapi tidak menutup aurat. Kita juga menemukan dibanyak tempat, ada orang-orang berpuasa tetapi tidak menutup aurat. Padahal sudah jelas bagi kita aurat seorang perempuan dan aurat laki-laki. Membuka aurat untuk dipertontonkan dihadapan orang-orang, sama halnya dengan melakukan kemaksiatan.

 Aneh tapi nyata
Jadi apa artinya berpuasa yang tujuannya untuk menambah pahala dan meningkatkan derajat takwa, sementara kemaksiataan dengan membuka aurat tetap dilakukan. Ini memang aneh tapi nyata, satu sisi ingin beribadah, disisi yang lain melakukan pengerusakan terhadap amal ibadah yang dilakukan.

Halaman123
Editor: bakri
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2015 About Us Help
Atas