Hebatnya Menjadi Imam di Arab Saudi
Selasa, 24 Juli 2012 10:00 WIB
Share |
abdul-rahman-al-sudais-186.jpg
IST
abdul-rahman-al-sudais-185.jpg
Assabile
Sudais_India.jpg
tnwp

SERAMBINEWS.COM, RIYAHD - Imam-imam (pemimpin shalat) di Arab Saudi ternyata tidak hanya berdiri dibarisan terdepan makmum untuk memimpin shalat, lebih dari itu, imam disana punya kesibukan yang sangat padat.

Imam-imam tersohor di Arab Saudi, masing-masing Sheikh Abdullah Al-Johani, Syekh Abdul Rahman Al-Sudais, Sheikh Saud Al-Shoraim dan Sheikh Maher Al-Moaiqli, Sheikh Usamah Khayyat dan Sheikh Saleh bin Humaid, punya tugas lebih selain memimpin shalat di Mesjid-mesjid besar di negeri kelahiran rasul tersebut.

Bahkan untuk urusan pembagian tugas, Badan Khusus Urusan Masjid Suci di Arab turun tangan langsung untuk memberi tugas kepada sejumlah imam disana, diantaranya memimpin doa khusus Ramadhan (Taraweh dan tahajud) untuk tujuh imam dari Masjid Haram di Makkah itu.

Menurut jadwal, Sheikh Abdullah Al-Johani dan Syekh Abdul Rahman Al-Sudais, yang juga pemimpin badan khusus urusan mesjid, akan memimpin doa Taraweh pada hari-hari ganjil pada 20 hari pertama bulan suci.

Sheikh Saud Al-Shoraim dan Sheikh Maher Al-Moaiqli memimpin doa pada hari-hari biasa.

Dalam 10 hari terakhir bulan puasa, Al-Johani dan Al-Moaiqli akan memimpin doa Taraweh sementara Al-Shoraim dan Al-Sudais akan memimpin tahajud (shalat malam).

Sheikh Saleh Al-Taleb menyampaikan khotbah Jumat pertama dan memimpin doa Jummah pada hari pertama Ramadhan kemarin.

Sholat Jumat akan dipimpin oleh Sheikh Usamah Khayyat, Al-Shoraim, Sheikh Saleh bin Humaid, dan Al-Sudais.

Do'a Khatmul Qur'an akan dipimpin langsung oleh Al-Sudais sementara Humaid akan memimpin doa Idul Fitri.

Semua Imam dijadwalkan akan melakukan pertemuan tahunan dengan Penjaga Dua Masjid Suci yang dihadiri Raja Abdullah yang mengundang secara khusus dalam jamuan makan malam yang diselenggarakan oleh raja untuk menghormati imam, ulama senior dan pejabat keagamaan di Al-Safa Istana di sekitar Ka'bah. Pihak kerajaan memanjakan para tetamu dengan berbagai hidangan khusus dan pelayanan istimewa.

Ada juga kamar khusus yang dikenal sebagai 'retret' bagi mereka di masjid suci didekat gerbang utama. Disini para imam akan menghabiskan waktu mereka di retret, sambil menunggu sejumlah agenda padat menanti

Mereka terus-menerus terlibat dalam pengujian hafalan dan pembacaan kitab suci. Mereka menjauhkan diri dari urusan duniawi dan selalu tetap beribadah kepada Allah.

Dilaporkan, banyak para peziarah dan pengunjung memiliki kekaguman besar kepada para imam di Arab Saudi. Saat mereka membaca ayah suci, tak jarang mereka menangis tanda bahwa apa yang mereka baca begitu meresap hingga dalam hati.

Banyak dari mereka sangat ingin untuk mendapatkan sekilas riwayat para imam atau mencoba untuk menyalami mereka. Setiap orang-orang selalu ingin menjabat tangan sang imam dan sebagian bahkan ada yang menangis saat melihat imam.

Setiap imam-imam pergi, selalu dikawal oleh pihak keamanan, baik saat memimpin doa, maupun meninggalkan tempat ibadah. Ada sekitar 10 petugas keamanan bertanggung jawab atas keamanan imam, lapor Arab News.

Ketika imam memimpin sholat di mataf (mengelilingi daerah) di dekat Ka'bah, seseorang yang disebut asisten imam (imam senior) selalu berdiri di belakang imam untuk menjaganya, tugas mereka juga meringankan tugas imam.

Salah seorang imam senior ini sebut saja Humaid, Ketua Dewan Peradilan Agung. Humaid terkenal karena pengetahuan yang mendalam dan menyeluruh dari menghafal kitab suci Al Qur'an, dan dengan keahlianya itu, dia didapuk sebagai imam senior bagi imam-imam lainya.

Al-Sudais  juga termasuk ulama dan imam senior yang telah mampu menghafal seluruh Al Qur'an ketika masih berusia 12 tahun. Dia telah menjadi imam dan khatib Masjid Agung selama hampir 30 tahun. Hebatnya lagi, Al-Sudais, memiliki suara yang merdu saat membaca kitab suci Al-Qur'an dan telah mengilhami umat Islam diseluruh dunia dari bacaanya. Kini Al-Sudais telah diangkat sebagai salah seorang presiden Urusan Mesjid Suci di Arab Saudi.

Nah, bagaimana dengan imam-imam kita di Aceh ? (Serambinews.com/H)