IPHI Minta Kuota Haji Aceh Ditambah 1.500 Tiap Tahun
Selasa, 24 Juli 2012 14:43 WIB
Berita Terkait
- Pelunasan Biaya Haji 22 Mei-12 Juni
- Presiden SBY Sudah Tandatangani Perpres Ongkos Haji
- Kuota Haji Aceh 3.924 Orang
- Ongkos Haji 2013 Rp 33.859.200
- Jamaah Keluhkan Tempat Tinggal di Mekkah
- Aceh Minta Tambahan Kuota Haji 6 Ribu Orang
- Aceh Minta Tambahan Kuota Haji Enam Ribu Orang
- Nasir Djamil Minta Kemenag Transparan Soal Dana Haji
- Kuota Haji Aceh Layaknya 5.000 Orang
- 8.108 Haji Debarkasi Medan Telah Kembali
BANDA ACEH - Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (IPHI) Aceh meminta Pemerintah Pusat menambah kuota untuk jamaah haji Aceh, minimal 1.500 setiap tahun . Sebab sampai saat ini daftar tunggu Jamaah Calon Haji (JCH) Aceh sudah mencapai 50.000 lebih.
“Kalau tak ada tambahan kuota, akan banyak masyarakat Aceh yang kecewa. Sebab mereka baru bisa berangkat 12 tahun ke depan. Sangat wajar Pemerintah Pusat memberi perhatian khusus bagi Aceh tentang kuota haji,” kata Ketua IPHI Aceh, Sulaiman Abda, usai membuka manasik haji di Asrama Haji Banda Aceh, Sabtu (21/7).
Untuk upaya tersebut, katanya, IPHI Aceh akan siap membantu Pemerintah Aceh melakukan lobi ke Kementerian Agama RI. “Kita dari IHPI Aceh juga sudah melayangkan surat permintahaan penambahan kuota tahun ini sebanyak 1.500 orang. Semoga permintaan ini mendapat respons positif,” katanya.
Sulaiman menilai Pemerintah Pusat tidak mengalami kendala untuk memberi kuota tambahan bagi Aceh setiap tahunnya. Karena ada beberapa daerah di Indonesia jumlah calon jamaah hajinya yang berangkat tidak mencapai kuota normal yang telah diberikan. “Jatah daerah yang ada sisa karena tidak memberangkahkan JCH-nya, itu yang kita meminta diberikan untuk Aceh,” kata Wakil Ketua DPRA ini.
Di samping itu, Sulaiman juga meminta Gubernur Aceh, DPRA dan Kakanwil Kemenag Aceh supaya sejak dini memikirkan pembentukan sebuah badan pengurusan haji Aceh yang otonomi dan tidak lagi bergantung ke pusat. “Pembentukan badan haji dui Aceh dimungkinkan. Selain Aceh sudah memiliki bandara internasioal dan juga memiliki pemondokan haji sendiri di Mekkah yaitu, Baitul A’syi,” katanya.
Sementara kegiatan manasik haji diselenggarkan IPHI Aceh dan diikuti sebanyak 600 jamaah calon haji asal Banda Aceh dan Aceh Besar yang dipusatkan di Asrama Haji Banda Aceh, akan berlangsung selama sepekan.(sup)
“Kalau tak ada tambahan kuota, akan banyak masyarakat Aceh yang kecewa. Sebab mereka baru bisa berangkat 12 tahun ke depan. Sangat wajar Pemerintah Pusat memberi perhatian khusus bagi Aceh tentang kuota haji,” kata Ketua IPHI Aceh, Sulaiman Abda, usai membuka manasik haji di Asrama Haji Banda Aceh, Sabtu (21/7).
Untuk upaya tersebut, katanya, IPHI Aceh akan siap membantu Pemerintah Aceh melakukan lobi ke Kementerian Agama RI. “Kita dari IHPI Aceh juga sudah melayangkan surat permintahaan penambahan kuota tahun ini sebanyak 1.500 orang. Semoga permintaan ini mendapat respons positif,” katanya.
Sulaiman menilai Pemerintah Pusat tidak mengalami kendala untuk memberi kuota tambahan bagi Aceh setiap tahunnya. Karena ada beberapa daerah di Indonesia jumlah calon jamaah hajinya yang berangkat tidak mencapai kuota normal yang telah diberikan. “Jatah daerah yang ada sisa karena tidak memberangkahkan JCH-nya, itu yang kita meminta diberikan untuk Aceh,” kata Wakil Ketua DPRA ini.
Di samping itu, Sulaiman juga meminta Gubernur Aceh, DPRA dan Kakanwil Kemenag Aceh supaya sejak dini memikirkan pembentukan sebuah badan pengurusan haji Aceh yang otonomi dan tidak lagi bergantung ke pusat. “Pembentukan badan haji dui Aceh dimungkinkan. Selain Aceh sudah memiliki bandara internasioal dan juga memiliki pemondokan haji sendiri di Mekkah yaitu, Baitul A’syi,” katanya.
Sementara kegiatan manasik haji diselenggarkan IPHI Aceh dan diikuti sebanyak 600 jamaah calon haji asal Banda Aceh dan Aceh Besar yang dipusatkan di Asrama Haji Banda Aceh, akan berlangsung selama sepekan.(sup)
Editor : bakri
