Dayah Raudhatun Najah Langsa Timur
Mendidik Generasi Muda Berakhlak Mulia
Lembaga Pendidikan Islam (LPI) Dayah Raudhatun Najah yang berada di di Gampong Sukarejo, Kecamatan Langsa Timur, Kota Langsa
Gedung tempat belajar Dayah Raudhatun Najah itu berdiri di atas tanah seluas 6.711.25 M2. Lembaga pendidikan ini memiliki cita-cita luhur untuk mendidik generasi muda agar menjadi manusia yang berintelektualitas tinggi, yang mampu menjawab tantangan zaman, serta berkharisma disaat berada di tengah masyarakat. Sehingga alumni Dayah Raudhatun Najah dapat mengembangkan ilmunya dan berkiprah serta menjadi agen perubahan dan sosial di tengah masyarakat.
Berdirinya Dayah Raudhatun Najah ini tidak terlepas dari banykanya dukungan moril dan materil masyarakat Kota Langsa. Guna menghadapi tantangan zaman yang semakin kompleks, pada tahun 2007-2008 dengan semangat tinggi berdirilah sekolah umum yaitu Madrasah Tasanawiyah (MTs) Raudhatun Najah di bawah naungan Yayasan Pendidikan Islam Raudhatun Nijah (YPIRN), dan status diakui oleh Kementrian Agama.
Dayah Raudhatun Najah menerapkan sistem pendidikan umum yang dikombinasikan dengan pendidikan agama, dengan harapan para alumni Dayah Raudhatun Nijah mampu menghadapi tantangan zaman di era globalisasi. Pada tahun 2009 lalu MTs Dayah Raudhatun Najah telah meluluskan 47 santri yang merupakan santri angkatan I.
Namun pada tahun 2009-2010 YPIRN membuka Madrasah Aliyah (MA) Raudhatun Najah khusus untuk siswi, dan telah mendapat izin operasional dan sertifikat dari Kementrian Agama. Seiring berjalannya waktu saat ini santri di Dayah Raudhatun Najah mencapai 320 orang, yaitu dengan rincian untuk santri MTs sebanyak 268 orang dan santri MA sebanyak 52 orang. Sedangkan dewan guru pengajar berjunmlah 37 orang.
Untuk menunjang operasional Dayah Raudhatun Najah, YPIRN juga membentuk berapa unit yang membantu tugas-tugas khusus yang berhubungan dengan dayah yaitu, Koperasi Pesantren (Kompotren) yang meliputi unit usaha diantaranya, Toko Waserda, Unit simpan pinjam, kantin, toko kitab/buku An-Najah, unit usaha perikanan, perkebunan, dan peternakan.
Metode pengajaran dan pendidikan di Dayah Raudhatun Najah terdiri dari tingkat yaitu, pertama Tajhizi (Remedial) yaitu persiapan bagi santri agar mampu menyesuaikan diri dengan materi pendidikan dayah. Kedua Ibtidaiyah 3 tahun yaitu pendidikan pada penguasaan ilmu furu’ syari’at yang dikonstrasikan pada penyempurnaan peribadatan, ditingkat ini pula santri dibekali ilmu dasar.
Ketiga Aliyah yaitu ditingkatan ini konsentrasi pendidikan diarahkan kepada penguasaan kitab Mahalli dan lanjutan ilmu alat terutama Ushul Al-Fiqh. Sementara untuk kurikulum dikonsentrasikan pada Tafsir, Fiqh, Usul Fiqh, Akidah, Kalam, Dakwah, dan materi lain yang berhubungan dengan kabutuhan pelajar dan penunjang ketrampilan hidup mandiri dan pengembangan masyarakat.
Sarana dan prasarana yang dimiliki Dayah Raudhatun Najah yaitu, kamar penginapan dengan daya tampung untuk 270 santri, sanitasi air bersih, dapur umum, 13 ruang belajar, mushala, laboratorium komputer, ruang ketrampilan, dan jaringan internet. Dayah Raudhatun Nijah saat ini juga mengasuh sebanyak 50 anak yatim dan anak kurang mampu, dan selama di sana mereka tidak dipungut biaya, yaitu memperoleh pendidikan dan konsumsi makan sehari-sehari secara gratis.(zubir)