KNPI Gelar Diskusi Peran Pemuda
Komiet Nasional Pemuda Indonesia (KNPI ) Kota Langsa menggelar diskusi peran pemuda dalam menongsong perubahan Kota Langsa
Dalam diskusi tersebut, pemuda membahas masalah pengagguran, tata kota, pendidikan, air bersih dan peran pemuda didalamnya, tersirat harapan pemuda akan perubahan kota langsa yang lebih baik.
Wakil Walikota terpilih, Drs Marzuki Hamid yang menjadi nara sumber mengatakan, pemuda harus terus berperan memikirkan perubahan dengan ide kontruktif. Menurut Marzuki, kata kunci menuju perubahan harus berpuasa, artinya menahan diri dari hal yang tidak baik didalam ramadhan maupun diluar ramadhan.
Mantan Sekretaris KNPI Aceh Timur ini, mengungkapkan, peran penting pemuda dalam tiga hal, pertama, membina persatuan dan kesatuan, karena dengan persatuan dan kesatuan apapun masalah yang berat mampu terselesaikan, sebaliknya seringan apapun masalah tanpa persatuan dan kesatuan sulit dicarikan solusinya. Kedua, pemuda harus memiliki semangat yang tinggi karena pemuda indentik dengan energik dan bersemangat karenanya semangat ini harus dibina sebaik mungkin sehingga terarah menuju kekuatan jalan yang lebih baik yang diikuti dengan kegiatan. Ketiga, pemuda konsisten komit membela yang benar, menjadi tim thank di Kota Langsa, yang benar yang kita bela bukan maju tak gentar membela yang bayar. Salah satau masalah bangsa saat ini yang menggerogoti, adalah korupsi. Korupsi bisa kita hindari manakala ada kesungguhan yang sama dari kita. Kalau minta sesuatu perjuangakanlah secara resmi di APBK, kalau tidak kita ikut mendukung dana bugeter yang akhirnya bersinggungan dengan pelaksanaan pembangunan.
Peserta diskusi, Muharram mengungkapkan, pengalaman sebagai pemuda desa, sampai saat ini tidak ada regulasi khusus peran pemuda baik dalam pembinaan maupun program. Denagn lahirnya UU kepemudaan, pemuda khusunya pemuda gampong harus didorong pada ranah regulasi sehingga proses appaun untuk pemuda tidak bersalahan pada anggaran pemerintah daerah.
Begitu juga dengan Sekretaris KNPI, Sofyan mengungkapkan, sampai saat ini kewajiban dalam menggali potensi pemuda tidak jelas perannya siapa, apakah beban KNPI, Pemerintah atau lembaga lain sehingga ini menjadi kegelisahan kita semua . Masalah pengangguran juga didominasi oleh pemuda sementara banyak potensi pemuda yang belum tergarap.
Ketua Pemuda Muhammadiyah, Alfian juga mengungkapkan problem pelabuhan Langsa yang tidak berkembang, padah sudah dimanahkan dalam UUPA diman pengelolaan pelabuhan bisa dikelola oleh Pemda namun sampai sekarang pelabuhan di Aceh masih tetap dikelola oleh Pelindo. “Didiskusi pelabuhan Kuala Langsa sangat strategis tetapi yang kita bicarakan milik orang lain (Pelindo).
Menurut Marzuki Hamid, berbagai persoalan untuk kemajuan Kota Langsa bagaimana upaya bersama mendorong pendapatan daerah yang besar dan mengurangi kebocoran, Jika Tida Pemko Langsa tahun mendatang harus berpuasa. Salah satu cara mencegah pengagguran, adanya peningkatan kualitas pendidikan sehingga laku dipasaran, sarjana juga harus didik agar siap bekerja. (md)