Rabu, 10 Juni 2026

KNPI Gelar Diskusi Peran Pemuda

Komiet Nasional Pemuda Indonesia (KNPI ) Kota Langsa menggelar diskusi peran pemuda dalam menongsong perubahan Kota Langsa

Tayang:
Editor: bakri
LANGSA – Komiet Nasional Pemuda Indonesia (KNPI ) Kota Langsa menggelar diskusi  peran pemuda dalam menongsong perubahan Kota Langsa  kedepan yang lebih baik dengan menghadirkan pemateri Wakil Walikota terpilih Drs Marzuki Hamid  di salah satu kafe di Kota Langsa setelah salah tarawih, Rabu (25/7) pukul 22.00 WIB

Dalam diskusi  tersebut,  pemuda  membahas masalah pengagguran, tata kota, pendidikan, air bersih   dan peran pemuda didalamnya, tersirat harapan pemuda akan perubahan kota langsa yang lebih baik.

Wakil Walikota terpilih, Drs Marzuki Hamid yang menjadi nara sumber mengatakan,  pemuda harus terus berperan memikirkan perubahan dengan ide kontruktif.  Menurut Marzuki, kata kunci menuju perubahan harus berpuasa, artinya menahan diri dari hal yang tidak baik didalam ramadhan maupun diluar ramadhan.

Mantan Sekretaris KNPI Aceh Timur ini, mengungkapkan, peran penting pemuda dalam tiga hal, pertama, membina persatuan dan kesatuan, karena dengan persatuan dan kesatuan apapun masalah yang berat mampu terselesaikan, sebaliknya seringan apapun masalah tanpa persatuan dan kesatuan sulit dicarikan solusinya.  Kedua,  pemuda  harus memiliki semangat yang tinggi  karena pemuda  indentik dengan energik dan bersemangat karenanya  semangat ini harus dibina sebaik mungkin sehingga terarah menuju kekuatan jalan yang lebih baik yang diikuti dengan kegiatan. Ketiga, pemuda konsisten komit membela yang benar, menjadi tim thank di Kota Langsa, yang benar yang kita bela bukan maju tak gentar membela yang bayar. Salah satau masalah bangsa saat ini yang menggerogoti, adalah korupsi. Korupsi bisa kita hindari manakala ada kesungguhan yang sama dari kita. Kalau minta sesuatu perjuangakanlah secara resmi di APBK, kalau tidak kita ikut mendukung dana bugeter yang  akhirnya bersinggungan dengan pelaksanaan pembangunan.

Peserta diskusi,  Muharram  mengungkapkan, pengalaman sebagai pemuda desa, sampai saat ini tidak ada regulasi khusus peran pemuda  baik dalam pembinaan maupun program. Denagn lahirnya  UU kepemudaan, pemuda khusunya pemuda gampong harus didorong pada ranah regulasi sehingga proses appaun untuk pemuda tidak bersalahan pada anggaran pemerintah daerah.

Begitu juga dengan Sekretaris KNPI, Sofyan mengungkapkan, sampai saat ini kewajiban dalam menggali potensi pemuda  tidak jelas perannya  siapa, apakah beban KNPI, Pemerintah atau lembaga lain sehingga ini menjadi kegelisahan kita semua . Masalah pengangguran juga didominasi oleh pemuda sementara banyak potensi pemuda yang belum tergarap.

Ketua Pemuda Muhammadiyah, Alfian juga mengungkapkan problem  pelabuhan Langsa yang tidak berkembang, padah sudah dimanahkan dalam UUPA diman pengelolaan pelabuhan bisa dikelola oleh Pemda namun sampai sekarang pelabuhan di Aceh masih tetap dikelola oleh Pelindo.  “Didiskusi  pelabuhan Kuala Langsa sangat strategis tetapi  yang kita bicarakan milik orang lain (Pelindo).

Menurut Marzuki Hamid,  berbagai persoalan untuk kemajuan Kota Langsa bagaimana  upaya bersama mendorong  pendapatan daerah yang besar dan  mengurangi kebocoran, Jika Tida Pemko Langsa tahun mendatang harus berpuasa.  Salah satu cara mencegah pengagguran, adanya peningkatan kualitas pendidikan sehingga laku dipasaran, sarjana juga harus didik agar siap bekerja.  (md)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved