Selasa, 9 Juni 2026

Tafakur

Perkataan Dusta

Orang yang tidak meninggalkan perkataan dusta dan mengamalkannya, serta mengganggu orang lain, maka Allah tidak butuh terhadap puasanya

Tayang:
Editor: bakri
Oleh Jarjani Usman

“Orang yang tidak meninggalkan perkataan dusta dan mengamalkannya, serta mengganggu orang lain, maka Allah tidak butuh terhadap puasanya” (HR. Imam Bukhari).

Banyak keuntungan yang difahami manusia di dunia ini, tetapi sebahagian orang tak mampu meraihnya. Seperti bermacam-macam keuntungan karena diberikan umur panjang sehingga berkesempatan untuk memasuki bulan Ramadhan. Menurut Rasulullah, orang yang berpuasa di bulan Ramadhan termasuk di antara golongan manusia yang dirindukan surga.

Namun Rasulullah juga mengisyaratkan bahwa tidak semua orang yang berpuasa di bulan suci ini bisa disebut beruntung. Tidak sedikit orang yang amat rugi. Dikatakan rugi karena yang tersisa dari usahanya hanyalah menahan lapar dan haus, tetapi pahala puasanya tidak ada. Hal ini juga bisa berimbas pada tak terampuni dosa, terutama di akhir Ramadhan.

Orang-orang yang gagal tersebut antara lain ialah yang tidak mampu menjaga lisannya. Lisan di satu sisi memang sering menjadi sumber inspirasi bagi perbaikan dan kebaikan hidup. Tak sedikit kesuksesan hidup seseorang berkat petunjuk-petunjuk yang disampaikan lewat lisan orang-orang yang telah dianugerahkan pengalaman. Namun di sisi lain, lisan sering menjadi harimau liar yang menerkam orang lain, sekaligus melumat pemiliknya.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved