Dayah Mudi Mesra Samalanga
Ismail, Sang Juara Baca Kitab Kuning
KETEKUNAN Ismail M Husen dalam menuntut ilmu patut menjadi teladan. Di usianya yang masih sangat muda, 21 tahun, Ismail telah mampu menguasai
Ismail pun kini mulai menerima ganjaran atas ketekunannya. Puncaknya, pada tahun 2011 lalu, saat masih berumur 20 tahun, Ismail menyabet juara 1 Ushul Fiqh tingkat Ulya, dalam ajang Musabaqah Fahmil Kutubi Turats (Mufakat) tingkat nasional IV di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB). Selain Ismail, 7 santri Mudi Mesra lainnya juga menyabet juara dalam ajang tersebut, termasuk juara I Balaghah tingkat Wustha atas nama Nurhafni.
Petualangan Ismail dalam menuntut ilmu jauh dari rumahnya, dimulai semenjak tamat SD di kampung halaman, Desa Leuhong Tanah Luas. Awalnya Ismail menjadi santri di Dayah Ulumuddin, hingga kemudian melanjutkan ke Ummul Ayman Samalanga.
Setelah tiga tahun di Ummul Ayman (setingkat SMP), Ismail melanjutkan studi tingkat atasnya ke Mudi Mesra, yang juga berada di Samalanga. “Sekarang sudah tamat tingkat aliyah di Mudi dan terus melanjutkan ke tingkat lebih tinggi,” katanya kepada Serambi beberapa hari lalu.
Teduhnya hati dan pikiran belajar di dayah, katanya, karena tingkat kedisplinan cukup tinggi. Setiap waktu luang dianjurkan belajar secara individu, kelompok maupun belajar bersama membaca berbagai jenis kitab, termasuk kitab kuning. Selain itu, tenaga pengajar atau para tengku lebih senior, kurikulum cukup memadai, dan proses belajar cukup ketat.
Ismail menuturkan, keberhasilannya meraih juara I di ajang baca kitab kuning tingkat nasional Lombok NTB, tidak lepas dari kesungguhan belajar, dorongan para tengku, serta didukung sarana belajar yang hampir memadai.
Catatan Serambi, dari 24 orang wakil Aceh yang masuk final dalam 16 cabang Mufakat IV Lombok, delapan di antaranya adalah santri Mudi Mesra. Bahkan, dua juara I nasional untuk Aceh diraih oleh santri Mudi Mesra yakni atas nama Ismail M Husen (juara 1 Ushul Fiqh tingkat Ulya) dan Nurhafni (Juara 1 balaghah tingkat wustha).
Dalam Mufakat di Lombok, Mudi Mesra mengirim 10 orang santri, tujuh laki-laki dan tiga perempuan. Delapan orang di antaranya meraih juara dalam berbagai kategori. Ke sepuluh santri dari Mudi Mesra yang berangkat ke Lombok tahun 2011 adalah, Ismail Hasan, Tgk Mahfuddin, Muhammad Fahmi, Haji Iqbal, Safriadi, M Ilham, tiga santri putri yaitu Nur Hafni, Syabariah dan Cut Nazrifah. (yusmandin idris)