Koperasi Kesulitan Pasarkan Arang
Koperasi Maju Beusaree, Desa Beusa Seberang, Kecamatan Peureulak Barat, Aceh Timur, saat ini kesulitan dalam memasarkan arang produk
Sekretaris Koperasi Maju Beusaree, Suhaida kepada Serambi, Minggu (28/7) mengatakan, jumlah anggota koperasi tersebut yakni sekitar 44 orang dan unit usaha koperasi itu juga sudah berjalan sekitar dua tahunan. Disebutkan, anggota koperasi itu mayoritas kaum ibu-ibu para pekerja membuat arang.
Namun saat ini produksi arang milik anggota koperasi itu, tambah Suhaida, kesulitan dalam pemasaran. “Selama ini kami hanya memasarkan arang tersebut khusus kepada para anggota dan masyarakat yang membutuhkan, tapi selama ini para anggotapun tidak lagi menggunakan arang tersebut, sehingga harus dicarikan jalan keluar,”ujarnya.
Dikatakan, jenis arang yang dihasilkan tersebut termasuk berkualitas dengan harga Rp 4.500/Kg. Sedangkan satu hari ibu-ibu pengrajin arang itu dapat menghasilkanya sekitar 200 Kg arang setiap hari dimana bahan dasarnya yakni sampah organic serta tempurung kelapa.
“Untuk tehnik pembuatannya yaitu dilakukan penguapan atau pembakaran, selanjutnya dilakukan penggilingan dengan mesin serta pengadukan cicampur dengan tepung yang kemudian dilakukan percetakan,” tambahnya. Ia berharap adanya bapak angkat yang mau menerima pasaran arang yang dihasilkan dari koperasi tersebut dalam rangka kesejahteraan para anggotanya.(na)