Korban Gempa Simuelue Butuh Bantuan
Gempa 8,9 SR disertai gelombang tsunami kecil yang menggunang Kabupaten Simeulue pada 11 April 2012 lalu telah menyebabkan
Di kawasan Teluk Teungku Di Ujung, Desa Latak Ayah, Kecamatan Simeulue Tengah, gempa dan tsunami (di Simeulue disebut: smong) kecil itu telah telah meluluhlantakkan usaha budidaya lobster serta sejumlah alat penangkap ikan seperti boat pancing milik nelayan setempat. Sehingga menyulitkan nelayan memulai usaha mereka kembali tanpa bantuan pemerintah.
Admai (51) salah seorang warga Desa Latak Ayah, kepada Serambi, Minggu 29/7) mengaku usaha budidaya lobster yang digelutinya sejak beberapa tahun lalu hancur diterjang gelombang smong pasca gempa 11 April lalu. Hanya saja, ia bersama warga lainnya sangat kesulitan memulai usaha kembali lantaran butuh modal yang lumayan besar.
“Dua hari setelah gempa kami didatangai mengaku dari BPBD Simeulue, mereka turut didampingi Keuchik Latak Ayah. Perintah dari petugas yang datang mendata itu usaha kami supaya dibenahi langsung, karena sudah didata, tapi sampai kini belum ada tanda-tanda akan dibantu,” kata Admai, yang diiyakan warga lainnya.
Ia mengaku sudah menghabiskan modal sekitar Rp 24 juta untuk memulai usaha baru, namun belum cukup. Karenanya ia mengharapkan pemerintah, terutama BPBD Simeulue yang pernah menjanjikan bantuan, segera membantunya.
“Saya percaya penuh pada mereka, karena resmi dari BPBD, tapi tidak pernah datang lagi ke sini. Kami pun tidak harus ngotot meminta bantuan hanya saja kalau memang ada bantuannya mohon dengan sangat bisa disalurkan terutama kami yang terkena dampak gempa dan smong pada April lalu,” pinta Admai yang diiyakan Julkifli (54) yang juga mengaku usaha budidaya lobster dan boat pancing milik kerabatnya turut hancur waktu itu dan sudah didata oleh petugas.(c48)