Ban Ki-moon Kutuk Serangan Konvoi PBB di Suriah
Selasa, 31 Juli 2012 14:22 WIB

UN.ORG
Berita Terkait
- Layanan BlackBerry Messenger Bangkit Lagi
- Ingin Mulus, Mantan Model Suntikkan Minyak Goreng…
- Beruang Ini Ketagihan Mabuk Aroma Bensin
- Unik, Gajah Laut Menyeberang, Arus Lalu Lintas Macet
- Dunia Terbalik di Mata Wanita Ini
- Pria Ini Berencana Hidup Bersama Singa
- Pedagang Kaki Lima Bakar Diri
- Ditangkap karena Tertawa Terlalu Keras
- Pria Ini Guru Paling Kecil Sedunia
- Puluhan Ikan Pari Terdampar di Pantai Gaza
SERAMBINEWS.COM, DAMASCUS - Sekretaris Jenderal PBB, Ban Ki-moon menyesalkan sebuah serangan yang menimpa satu rombongan PBB di Suriah yang membawa seorang pengamat khusus PBB, Jenderal Babacar Gaye.
"Lebih dari selusin kendaraan lapis baja telah diserang dan dihancurkan sepenuhnya. Namun beruntung tidak ada yang terluka oleh serangan ini," kata Ban kepada wartawan, Selasa (31/7/2012).
Jenderal Gaye tiba di Damaskus pekan lalu untuk menggantikan seorang Kepala Pengawas Misi PBB di Suriah, Jenderal Robert Mood.
"Kami sangat prihatin, ini adalah situasi yang tidak dapat diterima," kata Ban lagi.
Dia menambahkan bahwa kelompok-kelompok oposisi bersenjata juga "meningkatkan serangan" dan "situasi semakin buruk dan buruk di Suriah." katanya lebih lanjut.
"Setiap hari, kekerasan terus berlanjut, setiap hari ada yang tewas, terluka, disiksa atau dipaksa meninggalkan rumah mereka atau negara mereka," sesal Ban.
Tidak jelas pihak mana yang telah melakukan serangkaian serangan terhadap konvoi tim PBB itu. (Serambinews.com/H)
"Lebih dari selusin kendaraan lapis baja telah diserang dan dihancurkan sepenuhnya. Namun beruntung tidak ada yang terluka oleh serangan ini," kata Ban kepada wartawan, Selasa (31/7/2012).
Jenderal Gaye tiba di Damaskus pekan lalu untuk menggantikan seorang Kepala Pengawas Misi PBB di Suriah, Jenderal Robert Mood.
"Kami sangat prihatin, ini adalah situasi yang tidak dapat diterima," kata Ban lagi.
Dia menambahkan bahwa kelompok-kelompok oposisi bersenjata juga "meningkatkan serangan" dan "situasi semakin buruk dan buruk di Suriah." katanya lebih lanjut.
"Setiap hari, kekerasan terus berlanjut, setiap hari ada yang tewas, terluka, disiksa atau dipaksa meninggalkan rumah mereka atau negara mereka," sesal Ban.
Tidak jelas pihak mana yang telah melakukan serangkaian serangan terhadap konvoi tim PBB itu. (Serambinews.com/H)
