Darul Faizin Kiran Baroh Jangkabuya
Melahirkan Kader Pendakwah Yang Tangguh
DAYAH Darul Faizin, Gampong Kiran Baroh, Kecamatan Jangkabuya, Pidie Jaya, satu dari sekian lembaga pendidikan di kabupaten itu yang menganut
Dayah yang berjarak kurang lebih 750 meter dari pesisir Pantai Kiran, didirikan tahun 1991 oleh Almarhum Tgk Syarifuddin Hasan. Syarifuddin merupakan seorang pemuka agama alumni Dayah Darul Muarif Kuta Baro-Aceh Besar dan berpulang ke Rahmatullah tahun 1998 atau tiga tahun setelah dayah itu diresmikan.
Berbagai fasilitas yang dimiliki lembaga pendidikan agama ini masih tergolong minim dan sederhana sehingga perlu pembaruan. Sehingga para santri termasuk pengajar lebih leluasa dalam menjalankan aktivitasnya masing-masing. Seperti diutarakan Tgk Mulyadi Ilyas (25), Sekretaris Dayah kepada Serambi. Katanya, walau pun serba kekurangan, tapi tidak menurunkan semangat santri dalam belajar.
Bangunan yang ada selama ini berupa, tiga unit asrama untuk putra/putri, delapan unit balai sederhana, satu bangunan untuk ruang belajar, satu musalla, satu unit ruang perpustakaan. Selain itu juga memiliki dua unit dapur umum untuk pria dan wanita, tempat wudhuk tiga, dua unit MCK (mandi, cuci dan kakus) serta dua unit rumah tengku dayah. Komplek dayah tampak asri dengan pepohonan yang agak rindang.
Kepada Serambi, Tgk Mulyadi yang juga guru honorer pada MIN Kiran Jangkabuya menyebutkan, visi Dayah Darul Faizin antara lain, berusaha menjadikan lembaga pendidikan Islam sebagai pusat pemantapan aqidah, pengembangan amal dan akhlak yang mulia dalam berbagai sendi kehidupan masyarakat. Menjadi pondok pesantren (Ponpes) yang dibangun atas dasar komitmen yang kokoh yang disinari ajaran Islam.
Tak hanya itu, visi lain juga menjadi lembaga pendidikan Islam alternative dalam pembinaan generasi muda dan ummat Islam dengan system pendidikan terpadu.
Dayah dimaksud menganut faham Ahlussunnah Waljamaah. Sedangkan missi atau tujuannya yaitu, membina atau mengantarkan generasi muda memiliki keimanan yang kuat/tangguh serta berkepribadian yang baik dan mulia (berakhlaqul karimah). Membekali santri dengan berbagai disiplin ilmu pengetahuan/teknologi dan ketrampilan, sehingga mereka mampu menghadapi perkembangan global. Selain itu dayah tersebut juga mencetak kader pendakwah yang tangguh.
Santri di dayah ini juga mendapat pengetahuan tentang komputer, pelatihan/kursus ketrampilan jahit menjahit termasuk border untuk wanita. Hasil dari usaha ini ikut membantu pembiayaan bagi santri itu sendiri. Usaha lain yang digeluti adalah bidang pertanian pangan, perikanan air tawar dan peternakan khususnya ternak unggas.(h abdullah gani)