Petugas Pemadam Ditipu Penelepon Iseng
Petugas piket di pos pemadam kebakaran Kota Lhokseumawe, Minggu (29/7), sekira pukul 21.50 Wib, menerima telepon ada
Namun, setiba di lokasi, petugas tidak menemukan rumah yang terbakar. Kuat dugaan, penelepon petugas pemadam kebakaran itu merupakan orang iseng yang ingin memperkeruh suasana.
Efek lainnya dari penelepon iseng tersebut, membuat warga sepanjang jalan menuju lokasi kebakaran yang mendengar suara sirene, panik. Spontan, warga berhamburan ke luar rumah untuk mengetahui kejadian sebenarnya.
Yon Musa (36), warga Kandang, mengaku termasuk satu dari sekian banyak warga yang panik saat melihat dua armada pemadam kebakaran menuju kawasan meraka. Kepanikan dipicu lantaran warga tidak mengetahui adanya kebakaran, tiba-tiba ada armada pemadam meluncur ke kampung itu.
“Bahkan, saat melewati kawasan kami, banyak sepeda motor mengikuti armada pemadam kebakaran tersebut, termasuk saya. Ternyata, sepanjang jalan dilewati sampai hendak tembus ke Kecamatan Blang Mangat, sama sekali tidak ada kebakaran,” jelasnya kepada Prohaba, kemarin.
Sementara Muhammad (45), warga Muara dua, menyesali sikap penelepon gelap yang menipu petugas pemadam kebakaran. Menurut dia, efeknya bisa mengakibatkan petugas pemadam ragu-ragu terjun ke lokasi saat terjadi kebakaran benaran.
“Petugas pati akan mengecek dulu kepastiannya agar tak tertipu lagi, sehingga bisa jadi kalau kejadian benaran di Kandang, akan lambat bantuan tiba,” ujar Muhammad, menyesali sikap penelepon yang tak bertanggung jawab itu.
Komandan Kebakaran Kota Lhokseumawe, Ridwan mengakui, akibat ulah pelaku tersebut, dua armda yang dikerahkan ke lokasi sia-sia. “Bahan, efek lainya yang kami lihat membuat warga sekitar panik,” jelasnya.
Karena itum, dia mengharapkan seluruh masyarakat tidak bermain-main dengan nomor telepon pemadam kebakaran. “Memang nomor telepon pemadam kebakaran kami sebar luaskan ke masyarakat untuk kemudahan warga melapor bila benar-benar terjadi kebakaran, bukan untuk jadi mainan. Jadi kami harap warga bisa mengerti,” demikian Ridwan.(bah)