Selasa, 9 Juni 2026

MPU Serukan Doa untuk Rohingya

Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Aceh secara resmi menyampaikan keprihatinan mendalam atas terjadinya pembantaian etnis

Tayang:
Editor: bakri
zoom-inlihat foto MPU Serukan Doa untuk Rohingya
Ilustrasi | Dok Litbang | SERAMBI/M ANSHAR
Imigran gelap etnis Rohingya asal Myanmar melaksanakan Shalat Jumat di ruang milik PT Pelindo I, Pelabuhan Malahayati, Krueng Raya, Aceh Besar, Jumat (18/2). Penanganan 129 imigran gelap yang sempat terdampar di perairan Aceh tersebut akan dilakukan oleh pemerintah pusat.

* Simpati Terus Mengalir

BANDA ACEH - Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Aceh secara resmi menyampaikan keprihatinan mendalam atas terjadinya pembantaian etnis muslim Rohingya di Myanmar. MPU menyerukan masyarakat Aceh dan umat Islam pada umumnya demi keselamatan kaum muslimin Rohingya.

Secara nasional, simpati juga terus mengalir untuk etnis Rohingya yang sedang ditimpa musibah. Aksi Cepat Tanggap (ACT) dilaporkan telah mengirimkan seorang relawan ke negara yang dulu bernama Burma tersebut.

Selain untuk melakukan pendataan kebutuhan, sang relawan ACT yang bernama Andika juga dibekali uang tunai Rp 500 juta. “Andika dibekali uang Rp 500 juta untuk membeli kebutuhan pengungsi Rohingya dan nantinya Andika akan menyampaikan apa yang diperlukan di pengungsian, apakah dokter atau yang lain,” kata Presiden ACT, Ahyudin sebagaimana dilansir situs berita Okezone, Selasa (31/7).

Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) juga menyayangkan terjadinya kekerasan terhadap kaum minoritas, muslim Rohingya di Myanmar. Apalagi, di negara tersebut terdapat tokoh HAM dan demokrasi, Aung San Suu Kyi, peraih nobel perdamaian.

Ketua Umum Muslimat NU, Khofifah Indar Parawansa mengatakan, “Muslimat mengutuk terjadinya pembantaian, pengusiran dan tindakan kekerasan terhadap etnis Rohingya.”

Menurut Khofifah, Muslimat NU mendesak Pemerintah Junta Militer Myanmar agar segera menghentikan segala bentuk pembantaian dan prilaku kekerasan yang dilakukan terhadap etnis Rohingya.

Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), kata Khofifah, juga sudah saatnya turun tangan untuk mengatasi masalah ini. “Kami mendesak PBB dan lembaga-lembaga internasional lain segera melakukan langkah kongkret dalam mencegah berlanjutnya krisis kemanusiaan di Myanmar,” katanya.

“Muslimat mengimbau kepada seluruh masyarakat Indonesia untuk dapat memberikan bantuan baik secara materiil maupun moril sehingga etnis minoritas muslim Rohingya dapat terlepas dari kezaliman Pemerintahan Junta Militer Myanmar,” tandas Khofifah.

Seruan MPU
Ketua MPU Aceh, Tgk H Ghazali Mohd Syam menyerukan pada masyarakat Aceh untuk doa bersama bagi keselamatan kaum muslimin Rohingya di Myanmar. “Kami menyerukan agar digemakan doa bersama untuk keselamatan saudara kita muslim Rohingya yang dibantai oleh rezim junta militer Myanmar. Kita berdoa agar Allah melindungi mereka serta menyelamatkan mereka dari kekejaman pemerintah Myanmar,” kata Ghazali.

MPU berduka atas pembataian umat Islam Rohingya. Menurutnya, apa yang terjadi itu adalah bentuk pelanggaran HAM berat yang harus dikutuk. “Pemerintah Indonesia diminta untuk mengirim surat protes pada junta militer Myanmar supaya menghentikan tindakan pembantaian terhadap umat Islam di Rohingya. Mari kita selamatkan saudara kita di Rohingya,” seru Gazali.

Khusus untuk Pemerintah Aceh, MPU berharap bisa bersikap tegas menanggapi musibah yang dialami muslim Rohingya. Sikap yang mesti diambil seperti memberi tempat atau perlindungan bagi pendatang dari Rohingya. “Kalau mereka masih berada di Aceh maka harus kita lindungi mereka. Sebab, kalau mereka disuruh pulang maka akan dibunuh sesampainya di Myanmar,” demikian Ketua MPU Aceh.(swa/nas/nal/okezone)

Terima Kasih Aceh
MASIH ingat dengan ‘manusia perahu’ asal Rohingya yang terdampar di Aceh beberapa waktu lalu? kini, di saat derita mereka belum berakhir dan terus mengalami penindasan, dua surat ucapan terima kasih mereka kirimkan kepada masyarakat Aceh atas bantuan yang telah diberikan ketika mereka terdampar di daerah ini.

Satu surat atas nama Partai Arakan National Congress (ANC) dan satu surat dari Asosiasi Rakyat Rohingya Birma di Uni Emirat Arab  dikirimkan ke markas pusat Jamaah Muslimin (Hizbullah) di Cileungsi Bogor dan ditembuskan khusus ke redaksi Serambi Indonesia.

Jamaah Muslimin (Hizbullah) melalui perwakilannya di Aceh, bersama-sama masyarakat pernah ambil bagian dalam misi kemanusiaan menyantuni muslim Rohingya.

Berikut salah satu surat (telah diterjemahkan-red) yang dikirim khusus berkenaan ucapan terima kasih mereka untuk masyarakat Aceh.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved