Tafakur
Sadar
Sesungguhnya Aku ini adalah Allah, tidak ada Tuhan (yang hak) selain Aku, maka sembahlah Aku dan dirikanlah shalat untuk mengingat Aku
“Sesungguhnya Aku ini adalah Allah, tidak ada Tuhan (yang hak) selain Aku, maka sembahlah Aku dan dirikanlah shalat untuk mengingat Aku” (QS. Thaha: 14).
Di bulan Ramadhan, biasanya banyak yang membaca Alquran. Sebahagian orang telah berulangkali membacanya. Bukan hanya beberapa ayat, tetapi malah menamatkannya. Bahkan, ada yang menyaringkan bacaannya dengan pengeras suara. Namun adakah kita tersadar dengan apa yang kita baca? Adakah hati kita menjadi lembut seperti hati Umar yang hanya membaca beberapa ayat?
Umar bi Khattab sebelum masuk Islam bahkan pernah ingin membunuh Nabi Muhammad sallallahu alaihi wasallam. Namun sebelum mewujudkan keinginannya, Umar sempat membaca beberapa ayat Alquran dalam Surat Thaha. Hatinya serta-merta berubah drastis. Hatinya menjadi lembut, hingga berusaha mencari Rasulullah untuk mengucapkan dua kalimah syahadat.
Sayangnya sebahagian kita membaca Alquran untuk tujuan riya’ atau menampak-nampakkan agar disangka (orang lain) banyak beramal. Alquran hanya dijadikan bacaan sebatas tenggorokan. Sedangkan hati (sebahagian dari kita) masih belum mau berubah baik. Jangankan dengan orang lain, dengan isteri sendiri yang telah selalu berlelah-lelah mempersiapkan makanan siang dan malam, tak mau berbuat baik. Padahal Rasulullah telah memberi contoh teladan tentang bagaimana baiknya perilaku beliau terhadap isterinya. Adakah kita meneladaninya?