Lagi, 3 Muslim Rohingya Tewas
Senin, 6 Agustus 2012 19:45 WIB

Ilustrasi | Dok Litbang | SERAMBI/M ANSHAR
Warga Negara Myanmar yang terdampar di perairan Peudada, Kabupaten Bireuen, dievakuasi ke Pelabuhan Malahayati, Krueng Raya, Aceh Besar, Rabu (16/2). Sebanyak 129 orang pencari suaka dari etnik rohingya tersebut diselamatkan oleh nelayan Aceh setelah boat yang mereka tumpangi mengalami kerusakan mesin.
Berita Terkait
- Warga Darul Imarah Ditemukan Tewas
- Kakak Beradik Tewas Terbakar
- Warga Glumpang Minyeuk Tewas Disambar Petir
- Penemuan Mayat di Aceh Jaya Bertambah
- Mayat Terdampar di Laut Patek Dibawa ke Abdya
- Tugboat dan Tongkang Masih Terdampar
- Satu Keluarga Ditemukan Tewas Bersimbah Darah
- Dua Nelayan Simeulue Terdampar di Abdya Dipulangkan
- Tugboat yang Terdampar di Meulaboh belum Ditarik
- Pekerja Tambang Emas Tewas Tertimpa Pohon
SERAMBINEWS.COM - Kekerasan yang melibatkan kelompok Buddha dan Muslim Rohingya di Myanmar kembali terjadi.
Tiga orang tewas dalam insiden terbaru itu, lima lainnya luka-luka, demikian pernyataan pejabat pemerintah seperti dilansir AFP, Senin (6/8/2012).
Tidak ada rincian dari kelompok mana yang tewas.
Muslim Rohingya adalah minoritas di Myanmar dan sering menjadi korban kekerasan sektarian oleh pemerintah maupun masyarakat setempat.
Kekerasan di barat Rakhine itu telah menewaskan 80 orang dari kedua pihak sejak Juni 2012 lalu.
Kondisi Rakhine sebenarnya sudah berangsur normal tapi tiba-tiba pada hari Minggu (5/8/2012) di Kyauktaw, sekitar 100 kilometer dari utara ibu kota Sittwe, pecah lagi kekerasan terbaru.
"Keadaan sebenarnya sudah normal," kata pejabat kepada APF. "Kami tidak tahu kenapa mulai lagi."
Kekerasan dipicu pemerkosaan dan pembunuhan wanita Rakhine, Juni 2012
lalu. Warga Buddha mengarahkan kemarahan pada kelompok Muslim.
Editor : mufti
Sumber : Tribunnews
