Minggu, 21 Desember 2014
Serambi Indonesia

Tiket Bus Patas ke Medan Rp 160.000

Senin, 6 Agustus 2012 09:43 WIB

* Ongkos Angkutan Naik 20-25 Persen

BANDA ACEH - Ongkos angkutan umum Lebaran di Aceh resmi naik, rata-rata sebesar 20 sampai 25 persen. Para perusahaan angkutan mulai memberlakukan tarif baru tersebut sejak Minggu (5/8), tetapi untuk keberangkatan tanggal 12 sampai 27 Agustus 2012.

Dengan pemberlakuan harga tiket baru khusus Lebaran tersebut, harga tiket bus Banda Aceh-Medan yang sebelumnya Rp 130.000 per penumpang naik menjadi Rp 160.000. “Tetapi kalau dipesan untuk keberangkatan tanggal 6 hingga 11 Agustus, harga tiket masih harga lama,” kata seorang penjual tiket bus Kurnia kepada Serambi, Minggu (5/8).

Personalia Kurnia Anugerah Pusaka (KAP), Marwan, menjelaskan memberlakukan kenaikan tarif bus tersebut hanya berlaku khusus untuk angkutan Lebaran, berlangsung selama dua minggu mulai tanggal 12 sampai 27 Agustus 2012. “Setelah itu tarif angkutan bus kembali normal seperti biasa,” ujarnya.

Ketua Organda Aceh, Musni Haffas, mengaku sudah menerima informasi mengenai kenaikan harga tiket. “Para pengusaha bus pekan kemarin telah mengadakan rapat di Medan, dan memutuskan maksimal kenaikan ongkos pada musim angkutan lebaran mulai 12-27 Agustus 2012 besarannya maksimal 25 persen,” sebut Musni yang akrab disapa Alex ini.

Ia meminta para pengelola bus antarprovinsi agar membuat surat secara resmi kepada Pengurus Organda Aceh dan Dishubkomintel Aceh. Usulan itu selanjutnya akan dibawa ke dalam rapat terpadu antara Organda, Dishubkomintel, Pemerintah Aceh dan perwakilan para pengusaha bus.

Kadishubkomintel Aceh, Yuwaldi Away, yang dimintai tanggapannya mengatakan, pengusaha bus antar provinsi silahkan menaikkan tarif bus angkutan lebarannya, tapi kenaikan itu harus rasional dan tidak membuat beban bagi masyarakat miskin yang ingin mudik.(her)

Perlu Ada Pos Cek Kesehatan

SEKRETARIS Komisi D DPRA yang membidangi transportasi, Adly Tjalok menilai, kenaikan harga tiket itu masih dalam batas wajar. Di samping itu, Dishubkomintel Pengurus Organda katanya perlu mengawasi pelaksanaan kenaikan tarif dimaksud.

“DPRA dan DPRK akan memantau pelaksanaan kenaikan tarif, dan Dishubkomintel juga kita mintakan untuk mempersiapkan angkutan umum di terminal terpadu Batoh maupun Lungbata, seandainya terjadi ledakan penumpang menjelang dua atau tiga hari lagi lebaran,” katanya.

Selain itu, Adly Tjalok juga meminta petugas pengamanan angkutan lebaran di terminal kabupaten/kota agar membuat pos cek kesehatan para sopir angkutan umum untuk jarak tempuh perjalanan 4 hingga 6 jam.” Ini penting untuk mencegah sedini mungkin terjadinya kecelakaan di jalan raya,” demikian Adly Tjalok.(her)
Editor: bakri

TRIBUNnews.com © 2014

About Us

Help

Atas