Rabu, 10 Juni 2026

MUNA Surati Bupati Aceh Utara

Banyaknya temuan mercon dibalut dengan sobekan lembaran Alquran selama ini memantik reaksi Majelis Ulama Nanggroe Aceh

Tayang:
Editor: bakri
* Soal Mercon Dibalut Lembaran Alquran
* RASA Minta Pemerintah Serius

LHOKSUKON – Banyaknya temuan mercon dibalut dengan sobekan lembaran Alquran selama ini memantik reaksi Majelis Ulama Nanggroe Aceh (MUNA) Aceh Utara. Tgk Ibrahim Ali (Abu Matang Lada), Ketua MUNA Aceh Utara,  menyurati Bupati setempat, Muhammad Thaib untuk penyelesaian masalah itu.

Sementara Ketua Rabithah Santri  Aceh (RASA), Tgk Ismail Thaib (Tgk Ismail Buket), meminta pemerintah kabupaten Aceh Utara serius menanggapi persoalan ini.

MUNA Aceh Utara telah menerima laporan dari beberapa kecamatan tentang penemuan mercon yang dibalut dengan lembaran sobekan Alquran. Bahkan, beberapa lembar telah disimpan sebagai barang bukti. Karena itu, Ibrahim menyurati Bupati Aceh Utara supaya menghentikan penjualan mercon di kabupaten tersebut.

Melalui suratnya nomor 081/MUNA-Pase/VII/2012, yang ditandatangani  langsung oleh Ibrahim dan Sekretarisnya, Tgk Fauzan Hamzah SHI, MUNA meminta agar Bupati melarang mercon bertuliskan Alquran itu diperjualbelikan. “MUNA menilai, menggunakan Quran sebagai pembalut mercon tersebut merupakan tindakan penistaan agama. Untuk itu, kami meminta bupati menertibkan ini dan melarang penjualan mercon tersebut,” tulis Ibrahim dalam suratnya.

Sementara Tgk Ismail Buket menilai, penggunaan lembaran Alquran sebagai pembungkus mercon itu, merupakan pelecehan yang sengaja dilakukan. Karena itu, RASA meminta pemerintah kabupaten bekerja sama intansi terkait, menanggapi serius persoalan ini.

“Jangan dianggap sepele masalah tersebut. Karena perbuatan itu sengaja dilakukan oleh pihak-pihak tertentu,” kata Pimpinan Dayah Darul Makmur itu.

Menurut  Ismail, selain banyak ditemukan kertas pembalutnya dari lembaran Alquran, para jemaah shalat juga merasa terganggu dengan tindakan para pelaku pembakar marcon. Ketika imam membaca ayat-ayat dalam shalat, kala itupula suara ledakan marcon terjadi.

Dia menegaskan, persoalan ini bukan hanya menjadi perhatian Bupati. Akan tetapi, Gubernur, Kapolda Aceh, serta instansi terkait lainnya, juga harus memporsikan perhatian serius terhjadap hal ini.

“Sekarang sudah saatnya bertindak tegas dengan menyita dan mengeluarkan larangan resmi kepada pedagang, agar tak menjual mercon. Setelah disita, jangan dibawa pulang ke rumah agar digunakan anak-anak keluarga penyita, tapi dimusnahkan supaya benar-benar aman,” tandas Ketua Umum RASA itu.

Mercon berbungkus lembaran Alquran itu terakhir ditemukan pada Minggu (5/8), di Matang Seureudang, Kecamatan Tanah Jambo Aye, Aceh Utara. “Mercon tersebut sudah disimpan oleh Imam Matang Seureudang,” jelas Tgk Ismail Buket.(ib/c46)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved