ASPI Latih Pengusaha Ekonomi Kreatif
Rabu, 8 Agustus 2012 19:26 WIB
Berita Terkait
- Besok, DPRA dan Gubernur Bahas soal Dana Aspirasi
- BPK Periksa Dana Hibah
- Borok APBA Terungkap
- KPK Minta Stop Dana Aspirasi
- Disbudpar Gelar Surfing di Simeulue
- Dana Aspirasi Lebihi 'Kuota'
- Sarah Azeda Putroe Jilbab Jeumpa
- Hasnanda Kabid Promosi Disbudpar Banda Aceh
- Dewan Nonaktif Dapat Aspirasi
- Dewan Pidie Plotkan Dana Aspirasi Rp 3,23 M
SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Asosiasi Pelaku Pariwisata Indonesia (ASPPI) Provinsi Aceh mengagendakan pelatihan pengusaha muda yang bergerak di sektor industri ekonomi kreatif.
"Pelatihan ini direncanakan melihatkan lebih 300 pelaku usaha ekonomi kreatif yang tersebar di 23 kabupaten/kota di Provinsi Aceh," kata Kepala Biro Organisasi dan Pengkaderan ASPPI Aceh Azwani Awi di Banda Aceh, Rabu (8/8/2012)
Menurut dia, pelatihan yang rencananya digelar September atau Oktober 2012 tersebut bertujuan untuk mendukung upaya pemerintah daerah membangun dan mengembangkan industri ekonomis kreatif dan pariwisata.
Apalagi, kata dia, Pemerintah Aceh memprogramkan tahun kunjungan wisata atau "Visit Aceh Year 2013". Dengan adanya pelatihan ini diharapkan para pengusaha muda tersebut memberikan kontribusi terbaiknya bagi industri kepariwisataan Aceh.
"Pemerintah maupun pihak swasta tidak bisa berjalan sendiri-sendiri membangun dan mengembangkan industri pariwisata dan ekonomi kreatif. Karena itu, ASPPI berupaya meningkatkan kapasitas mereka dalam menghadapi persaingan global," ujar dia.
Ia menambahkan, hasil yang diharapkan dari pelatihan tersebut nantinya akan melahirkan pengusaha ekonomi kreatif yang handal, sehingga mampu membangun dan mengembangkan industri pariwisata Aceh.
"Pariwisata merupakan industri dengan sumber daya yang tidak pernah habis. Hampir semua negara mengembangkan industri ini, termasuk Aceh," sebut dia.
Aceh, lanjut dia, memiliki potensi pariwisata yang tidak terbatas. Banyak objek wisata yang bisa dijual kepada wisatawan. Kini, tinggal bagaimana pengusaha muda menggarapnya dengan optimal.
"Karena itu, ASPPI Aceh berupaya meningkatkan kapasitas dan kreativitas pengusaha muda, sehingga mampu menjadikan pariwisata sebagai industri andalan," kata Azwani Awi yang juga Direktur Delta Intermedia, perusahaan "event organizer" di Banda Aceh. (ant)
"Pelatihan ini direncanakan melihatkan lebih 300 pelaku usaha ekonomi kreatif yang tersebar di 23 kabupaten/kota di Provinsi Aceh," kata Kepala Biro Organisasi dan Pengkaderan ASPPI Aceh Azwani Awi di Banda Aceh, Rabu (8/8/2012)
Menurut dia, pelatihan yang rencananya digelar September atau Oktober 2012 tersebut bertujuan untuk mendukung upaya pemerintah daerah membangun dan mengembangkan industri ekonomis kreatif dan pariwisata.
Apalagi, kata dia, Pemerintah Aceh memprogramkan tahun kunjungan wisata atau "Visit Aceh Year 2013". Dengan adanya pelatihan ini diharapkan para pengusaha muda tersebut memberikan kontribusi terbaiknya bagi industri kepariwisataan Aceh.
"Pemerintah maupun pihak swasta tidak bisa berjalan sendiri-sendiri membangun dan mengembangkan industri pariwisata dan ekonomi kreatif. Karena itu, ASPPI berupaya meningkatkan kapasitas mereka dalam menghadapi persaingan global," ujar dia.
Ia menambahkan, hasil yang diharapkan dari pelatihan tersebut nantinya akan melahirkan pengusaha ekonomi kreatif yang handal, sehingga mampu membangun dan mengembangkan industri pariwisata Aceh.
"Pariwisata merupakan industri dengan sumber daya yang tidak pernah habis. Hampir semua negara mengembangkan industri ini, termasuk Aceh," sebut dia.
Aceh, lanjut dia, memiliki potensi pariwisata yang tidak terbatas. Banyak objek wisata yang bisa dijual kepada wisatawan. Kini, tinggal bagaimana pengusaha muda menggarapnya dengan optimal.
"Karena itu, ASPPI Aceh berupaya meningkatkan kapasitas dan kreativitas pengusaha muda, sehingga mampu menjadikan pariwisata sebagai industri andalan," kata Azwani Awi yang juga Direktur Delta Intermedia, perusahaan "event organizer" di Banda Aceh. (ant)
