Dayah Modern Ihyaaussunnah, Lhokseumawe
Fasilitasi Alumni Lanjutkan Studi
SETIAP pagi selama Ramadhan, Santri di Dayah Modern Ihyaaussunnah Lhokseumawe lebih banyak menghabiskan waktu di mushalla
Dayah modern tersebut didirikan tahun 1999 di Desa Kampung Jawa Baru, Kecamatan Banda Sakti, Lhokseumawe oleh ulama Muhammadiyah Lhokseumawe. Kini, dayah tersebut telah memiliki 98 santri yang didik oleh 24 guru. “Niat untuk membangun dayah ini sudah lama sekali, namun baru terwujud pada tahun 1999,” kata Wakil Pimpinan Dayah, Tgk Abdul Razak.
Meski banyak peminat yang ingin melanjutkan belajar di dayah itu, menurunya, karena keterbatasan sarana dan prasarana, penerimaan santri terpaksa dibatasi. “Kita lebih mengutamakan kualitas dari pada kuantitas,” ujarnya.
Dikatakan, pihaknya sekarang juga sedang menyusun kurikukum pembelajaran berstandar internasional. Namun, tetap mengutamakan pembelajaran agama lebih banyak. “Santri tidak hanya diharuskan mampu menghapal hadist dan menerjemahkannya, tapi bagaimana cara mereka dapat mengamalkan dalam kehidupan sehari-hari,” jelas Abdul Razak.
Menurutnya, santri tak hanya diajarkan ilmu pengetahuan umum dan teknologi saja, tapi juga nilai-nilai keimanan dan akhlak mulia. “Salah satunya yang kita ajarkan supaya saling mendoakan,” katanya.
Disebutkan, sekarang alumni dayah itu sudah mencapai 300-an orang. Bahkan sebagian besar santri ada yang sudah menjadi dosen dan guru di dayah lain.
“Setiap alumni yang berprestasi tapi tidak mampu secara ekonomi, kita fasilitasi mereka sampai bisa melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi ke luar Aceh dan bahkan hingga ke luar negeri. * jafaruddin