Pemerintah dan Rakyat Pakistan Sedih Nasib Muslim Rohingya
Rabu, 8 Agustus 2012 13:24 WIB

Dawn
Berita Terkait
- Oknum Polri dan TNI Jadi Tersangka
- Karena Difitnah, Ulama Pakistan Bela Gadis Kristen
- Arab Saudi Tangkap 1.443 Penjahat Narkoba Selama 8…
- Ratu Kokain Kolombia Tewas Ditembak
- Bom Bunuh Diri Taliban Tewaskan 25 Peziarah
- Anak Belia Pegungsi Suriah di Yordania Menikah Karena…
- Lebanon Sudah Larang Warganya Merokok
- Tuntutan Tidak Dipenuhi, Jihadis Mali Eksekusi Diplomat
- Militer Turki dan PKK Saling Serang, 30 Tewas
- 48 Tewas Ketika Bolaven Hempas Korea Utara
SERAMBINEWS.COM, ISLAMABAD - Presiden Pakistan, Asif Ali Zardari, menyatakan keprihatinan yang mendalam atas hilangnya nyawa dan harta benda Muslim Rohingya dalam bentrokan etnis terakhir di Negara Bagian Rakhine, Myanmar.
Dalam sebuah surat yang dikirim khusus ke Presiden Myanmar, Zardari menyerukan agar pihak Myanmar segera mempercepat proses rehabilitasi Muslim Rohingya yang sudah sangat menderita sehingga mereka dapat kembali ke rumah mereka dan menjalani kehidupan yang aman dan tenteram.
Presiden Pakistan membuat pernyataan itu setelah pihak Senat Pakistan mengeluarkan sebuah resolusi yang menyatakan keprihatinan serius pada serangan atas Muslim Rohingya di Myanmar.
Kelompok agamawan (ulama) di Pakistan juga telah mendesak pemerintah Pakistan untuk menekan Myanmar menghentikan setiap kekerasan atas Muslim Rohingya.
Pada akhir Juli 2012, Amnesty International telah mengatakan bahwa kekerasan komunal terus terjadi di Myanmar enam minggu setelah pemerintah mengumumkan keadaan darurat, dengan sebagian besar kekerasan diarahkan kepada Muslim Rohingya yang dipukuli, diperkosa dan dibunuh rezim Myanmar.
Presiden Zardrai menambahkan bahwa rakyat pakistan dan pemerintah sangat sedih mengetahui tentang kerugian kaum muslimin Rohingya dan sangat prihatin akan nasib mereka. Zardrai juga mengatakan bahwa kerukunan adalah keharusan sebagai upaya membangun demokrasi yang menghargai suku bangsa, ras maupun perbedaan agama.
"hidup berdampingan secara damai dari berbagai komunitas adalah sesuatu yang indah dalam demokrasi yang diidamkan." Demikian Xinhua Selasa (7/8/2012). (H)
Dalam sebuah surat yang dikirim khusus ke Presiden Myanmar, Zardari menyerukan agar pihak Myanmar segera mempercepat proses rehabilitasi Muslim Rohingya yang sudah sangat menderita sehingga mereka dapat kembali ke rumah mereka dan menjalani kehidupan yang aman dan tenteram.
Presiden Pakistan membuat pernyataan itu setelah pihak Senat Pakistan mengeluarkan sebuah resolusi yang menyatakan keprihatinan serius pada serangan atas Muslim Rohingya di Myanmar.
Kelompok agamawan (ulama) di Pakistan juga telah mendesak pemerintah Pakistan untuk menekan Myanmar menghentikan setiap kekerasan atas Muslim Rohingya.
Pada akhir Juli 2012, Amnesty International telah mengatakan bahwa kekerasan komunal terus terjadi di Myanmar enam minggu setelah pemerintah mengumumkan keadaan darurat, dengan sebagian besar kekerasan diarahkan kepada Muslim Rohingya yang dipukuli, diperkosa dan dibunuh rezim Myanmar.
Presiden Zardrai menambahkan bahwa rakyat pakistan dan pemerintah sangat sedih mengetahui tentang kerugian kaum muslimin Rohingya dan sangat prihatin akan nasib mereka. Zardrai juga mengatakan bahwa kerukunan adalah keharusan sebagai upaya membangun demokrasi yang menghargai suku bangsa, ras maupun perbedaan agama.
"hidup berdampingan secara damai dari berbagai komunitas adalah sesuatu yang indah dalam demokrasi yang diidamkan." Demikian Xinhua Selasa (7/8/2012). (H)
