Zaini Sentil Pengusaha Aceh di Medan
Rabu, 8 Agustus 2012 09:38 WIB

SERAMBI/RAHMAD WIGUNA
Gubernur Aceh, Zaini Abdullah menjadi imam Shalat Magrib ketika menghadiri buka puasa bersama karyawan Perwakilan Pemerintah Aceh di Medan, Selasa (7/8) malam. Ia berharap pengusaha Aceh lebih serius menggarap potensi ekonomi di Aceh.
Berita Terkait
- Pagi Ini, Gubernur Aceh Bertemu Hakim Nya' Pha
- Besok, DPRA dan Gubernur Bahas soal Dana Aspirasi
- Zaini Berharap Garuda Indonesia Buka Rute Haji dan…
- Besok, Gubernur Berkunjung ke Rumah Abu Panton
- 'First Lady' Aceh Kangen Swedia
- Zaini Teken Kesepakatan dengan Taspen
- Pendemo Hadiahi Gubernur Obat Kuat
- HS Dillon Tantang Zaini dan Malik
- Gubernur: Kualitas Pendidikan Harus Ditingkatkan
- Gubernur Temui Mahasiswa Aceh di Malaysia
MEDAN - Gubernur Aceh Zaini Abdullah mengaku bangga sekaligus mempertanyakan kontribusi warga Aceh yang banyak menjadi pengusaha sukses di Medan. Pasalnya kesuksesan itu belum bisa dibawa pulang ke Aceh, karena sampai saat ini Aceh masih sangat bergantung dengan Medan, termasuk dalam urusan telur.
Keluhan itu disampaikan Zaini Abdullah saat membuka acara buka puasa bersama dengan karyawan perwakilan Pemerintah Aceh di Hotel Grand Kanaya, Jalan Darussalam, Medan Petisah, Selasa (7/8) malam. Zaini yang mengaku pernah lama berdomisili di Medan mengatakan kejayaan Aceh di ibukota Sumatera Utara itu sudah berlangsung sejak 1960-an. Selain terbilang sukses menyumbangkan pengusaha andal, Aceh juga kerap menciptakan tokoh di bidang pendidikan.
“Tapi untuk saat ini hampir seluruh kebutuhan, termasuk telur untuk Aceh dipasok dari Sumatera Utara. Marilah saudara-saudara saya yang kuat di bidang usaha menanamkan modalnya di Aceh,” kata Zaini.
Diakuinya kebutuhan telur ayam maupun bebek di Aceh tergolong sangat tinggi untuk konsumsi makanan jenis martabak telur. Fakta itu menurutnya hanya satu contoh kasus, karena menurutnya Aceh memiliki potensi yang tak kalah dengan Sumut.
“Pertanyaan sederhananya adalah apakah jika ayam petelur dipelihara di Aceh tidak bisa bertelur. Jawabannya tentu saja bisa. Jadi mari kita berpikir bagaimana agar bisa memenuhi telur dari Aceh sendiri,” ujar Zaini didampingi Wakil Ketua DPRA Amir Helmi.(mad)
Jamin Keamanan
GUBERNUR Zaini juga menegaskan bahwa Pemerintah Aceh selalu menganggap penting seluruh warga Aceh yang berada di luar daerah, termasuk Medan.
Ia bisa membayangkan seandainya para pengusaha itu bersatu untuk berinvestasi di Aceh, maka kemakmuran yang selama ini diimpikan masyarakat Aceh bakal segera terwujud. Untuk meyakinkan para pengusaha itu, Zaini bahkan berani menjamin keamanan di Aceh.
“Jangan ragu dengan suasana Aceh yang sudah damai dan terkendali. Sekaranglah waktu yang tepat untuk berinvestasi di Aceh,” ajak Zaini.(mad)
Keluhan itu disampaikan Zaini Abdullah saat membuka acara buka puasa bersama dengan karyawan perwakilan Pemerintah Aceh di Hotel Grand Kanaya, Jalan Darussalam, Medan Petisah, Selasa (7/8) malam. Zaini yang mengaku pernah lama berdomisili di Medan mengatakan kejayaan Aceh di ibukota Sumatera Utara itu sudah berlangsung sejak 1960-an. Selain terbilang sukses menyumbangkan pengusaha andal, Aceh juga kerap menciptakan tokoh di bidang pendidikan.
“Tapi untuk saat ini hampir seluruh kebutuhan, termasuk telur untuk Aceh dipasok dari Sumatera Utara. Marilah saudara-saudara saya yang kuat di bidang usaha menanamkan modalnya di Aceh,” kata Zaini.
Diakuinya kebutuhan telur ayam maupun bebek di Aceh tergolong sangat tinggi untuk konsumsi makanan jenis martabak telur. Fakta itu menurutnya hanya satu contoh kasus, karena menurutnya Aceh memiliki potensi yang tak kalah dengan Sumut.
“Pertanyaan sederhananya adalah apakah jika ayam petelur dipelihara di Aceh tidak bisa bertelur. Jawabannya tentu saja bisa. Jadi mari kita berpikir bagaimana agar bisa memenuhi telur dari Aceh sendiri,” ujar Zaini didampingi Wakil Ketua DPRA Amir Helmi.(mad)
Jamin Keamanan
GUBERNUR Zaini juga menegaskan bahwa Pemerintah Aceh selalu menganggap penting seluruh warga Aceh yang berada di luar daerah, termasuk Medan.
Ia bisa membayangkan seandainya para pengusaha itu bersatu untuk berinvestasi di Aceh, maka kemakmuran yang selama ini diimpikan masyarakat Aceh bakal segera terwujud. Untuk meyakinkan para pengusaha itu, Zaini bahkan berani menjamin keamanan di Aceh.
“Jangan ragu dengan suasana Aceh yang sudah damai dan terkendali. Sekaranglah waktu yang tepat untuk berinvestasi di Aceh,” ajak Zaini.(mad)
Editor : bakri
