Fokus Membina Santri Raih Prestasi
Kamis, 9 Agustus 2012 08:50 WIB

CLUB sepakbola Dayah Modern Ihyaaussunnah, Lhokseumawe
SETIAP ada waktu luang, santri di Dayah Modern Ihyaaussunnah, Lhokseumawe memanfaatkan untuk latihan kegiatan ekstrakurikuler (eskul). Meski berpuasa, santri tetap bermain sepak bola setiap soren di halaman dayah. Bahkan, santri juga sering latihan pada pagi hari.
Eskul lain yang ada di dayah tersebut, antara lain bolavoli, bulutangkis, tenis meja, pramuka, tapak suci, dan pidato tiga bahasa. “Dari sejumlah eskul yang ada, sepak bola dan tapak suci menjadi cabang olahraga favorit santri,” kata Pembina Eskul Dayah itu, Tgk Zainul Abidin.
Untuk tapak suci, lanjutnya, latihan selain dibimbing guru tertentu, juga dihadirkan pelatih khusus dari luar. Latihan tapak suci diadakan selama dua pekan dalam seminggu pada waktu khusus, supaya santri bisa belajar dengan penuh konsentrasi.
“Untuk eskul lain, latihannya dilaksanakan setiap sore. Kalau ada perlombaan baru kita laksanakan latihan intensif, untuk persiapan santri sekaligus sebagai ajang seleksi untuk mewakili dayah ke lomba tersebut,”katanya.
Dikatakan, prestasi yang pernah diraih santri dayah itu antara lain, juara tiga Tunas Pramuka tingkat Aceh di Kota Sabang tahun 2009 dan juara dua tahun 2010 di Takengon. “Santri kita juga banyak yang punya bakat sepak bola. Buktinya, ada dua santri kita sekarang masuk tim Lhokseumawe di ajang Liga Pelajar Indonesia,” kata Tgk Zainul.
Untuk tenis meja, lanjutnya, santri dayah itu berhasil mewakili Lhokseumawe ke tingkat Provinsi di Banda Aceh Tahun 2010 setelah berhasil meraih juara satu. Untuk atletik, juga berhasil meraih prestasi ke tingkat nasional di Surabaya tahun 2010. “Sekarang santri juga sedang diajarkan keterampilan menyablon, sehingga mereka tak hanya berpretasi dalam eskul tapi nantinya bisa membuka usaha sesuai ilmu yang diperolehnya selama belajar. * jafaruddin
Eskul lain yang ada di dayah tersebut, antara lain bolavoli, bulutangkis, tenis meja, pramuka, tapak suci, dan pidato tiga bahasa. “Dari sejumlah eskul yang ada, sepak bola dan tapak suci menjadi cabang olahraga favorit santri,” kata Pembina Eskul Dayah itu, Tgk Zainul Abidin.
Untuk tapak suci, lanjutnya, latihan selain dibimbing guru tertentu, juga dihadirkan pelatih khusus dari luar. Latihan tapak suci diadakan selama dua pekan dalam seminggu pada waktu khusus, supaya santri bisa belajar dengan penuh konsentrasi.
“Untuk eskul lain, latihannya dilaksanakan setiap sore. Kalau ada perlombaan baru kita laksanakan latihan intensif, untuk persiapan santri sekaligus sebagai ajang seleksi untuk mewakili dayah ke lomba tersebut,”katanya.
Dikatakan, prestasi yang pernah diraih santri dayah itu antara lain, juara tiga Tunas Pramuka tingkat Aceh di Kota Sabang tahun 2009 dan juara dua tahun 2010 di Takengon. “Santri kita juga banyak yang punya bakat sepak bola. Buktinya, ada dua santri kita sekarang masuk tim Lhokseumawe di ajang Liga Pelajar Indonesia,” kata Tgk Zainul.
Untuk tenis meja, lanjutnya, santri dayah itu berhasil mewakili Lhokseumawe ke tingkat Provinsi di Banda Aceh Tahun 2010 setelah berhasil meraih juara satu. Untuk atletik, juga berhasil meraih prestasi ke tingkat nasional di Surabaya tahun 2010. “Sekarang santri juga sedang diajarkan keterampilan menyablon, sehingga mereka tak hanya berpretasi dalam eskul tapi nantinya bisa membuka usaha sesuai ilmu yang diperolehnya selama belajar. * jafaruddin
Editor : bakri
