A PHP Error was encountered

Severity: 4096

Message: Object of class stdClass could not be converted to string

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 107

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Object of class stdClass to string conversion

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 107

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined variable: Object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 107

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Trying to get property of non-object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 107

Dukun Kampung Bantu Persalinan Wati - Serambi Indonesia
Selasa, 25 November 2014
Serambi Indonesia

Dukun Kampung Bantu Persalinan Wati

Jumat, 10 Agustus 2012 08:55 WIB

* Terkait Penolakan RSUD Nagan Menolong Pasien

JEURAM - Kasus pasien melahirkan yang ditolak di RSUD Nagan Raya, Jumat (3/8) lalu sehingga bayinya meninggal masih mendapat perhatian serius masyarakat daerah itu. Pada Rabu (8/8), DPRK Nagan Raya memanggil dan mangadakan pertemuan dengan pihak RSUD, Puskesmas Beutong Banggalang, dan Dinas Kesehatan guna mempertanyakan masalah tersebut.

Dalam pertemuan terungkap, pasien bernama Wati (32), warga Kuta Teungoh, Kecamatan Beutong Banggalang ketika melahirkan ditolong oleh seorang dukun kampung yang ikut mendampingi Wati ketika dibawa ke RSUD Nagan Raya.

Dalam pertemuan itu terungkap bahwa keluarga Wati pada Jumat (2/8) subuh meminta tolong pada Zul, seorang tenaga medis di Puskesmas Beutong Banggalang. Lalu Zul menghungi Budiman, Kepala Puskesmas Beutong Banggalang guna meminta pasien Wati agar dibawa ke RSUD Nagan Raya.

Sebab ketika akan dibawa ke Puskesmas Beutong Ateuh Banggalang, dua dokter yang bertugas di Puskesmas itu tak seorang pun berada di tempat sehingga diambil salusi pasien harus dibawa ke RSUD Nagan Raya dengan jarak perjalanan sekitar 3 jam.

Wati dibawa dengan sebuah ambulans Puskesmas didampingi oleh seorang perawat dan seorang dukun kampung (Aceh: ma blien). Lalu ketika tiba di IGD RSUD Nagan Raya, keluarga pasien meminta agar ditangani. Akan tetapi dokter jaga, dr Rika menyatakan dokter kandungan tidak ada di tempat, dan bidan pendamping juga tidak ada serta patograf juga tidak ada, sehingga dr Ika menyarankan agar dibawa ke RSUD Meulaboh.

Namun pihak keluarga tidak bersedia, sebab kondisi Wati sudah terdesak akan melahirkan apalagi sudah pecah ketuban. Sehingga Wati yang masih berada di dalam mobil ambulans itu langsung ditolong persalinan oleh dukun kampung yang ikut dalam ambulans tersebut. Bayi itu lahir di dalam ambulans di teras RSUD Nagan Raya.

Lalu pascamelahirkan, sang bayi yang sudah meninggal bersama Wati dibawa ke rumah seorang warga di depan RSUD Nagan Raya. “Dari pertemuan kita peroleh keterangan bahwa persalinan dilakukan dalam mobil ambulans dan ditolong oleh seorang dukun kampung,” ujar Adifal Susanto, Ketua Komisi D DPRK  Nagan Raya menjawab Serambi, Rabu (8/8) kemarin.

Ketua komisi D membidangi kesehatan ini menambahkan, DPRK Nagan Raya dari pertemuan itu mengeluarkan sejumlah rekomendasi yang perlu ditindaklanjuti. Di antaranya, perlu investigasi lebih lanjut kasus itu dan memberikan sanksi serta teguran ke pihak-pihak yang main-main dalam masalah tersebut. Bahkan, ia meminta Pemkab dan RSUD merehabilitasi korban dan memberikan perhatian serius kepada korban sehingga kasus ini tidak lagi terulang di masa mendatang.

Adifal mengaku pertemuan ini bukan mencari salah atau benar, tetapi untuk adanya perbaikan ke depan. Pertemuan di DPRK itu dipimpin Adifal dan dihadiri Kepala Puskesmas Beutong Banggalan, Budiman, Kadiskes Nagan Raya, Mansuriadi SE, Nota Dinas Kepala RSUD, Firdaus, dan Kepala Medik RSUD Nagan Raya, dr Illum, dan dr Rika (dokter jaga), dan beberap perawat. Sedangkan dari DPRK, Danda Runtala, Nurhasanah, dan Ketua DPRK, Samsuardi.(riz)

Dokter Kandungan Kosong

SAAT pasien Wati dibawa ke RSUD Nagan Raya tidak ada bidan pendamping dan patograf, dan  dokter kandungan di RSUD juga tidak ada di tempat sehingga saya minta kepada keluarga pasien agar pasien ini bisa dibawa ke RSUD Meulaboh.
Rika, dokter Jaga RSUD Nagan Raya.(riz)

Percaya Dukun

Di Desa Keude Teungoh memang tidak ada bidan dan masyarakat di wilayah itu selama ini lebih percaya kepada dukun kampung dari pada bidan dalam menangani ibu hamil. Sedangkan untuk persoalan Wati (32), adalah pada Jumat subuh itu, stafnya bernama Zul menghubungi dirinya menyampaikan  agar Wati dibawa ke RSUD Nagan Raya karena kondisi akan melahirkan. Dan saat itu dua dokter bertugas di Puskesmas Beutong Banggalang sedang tidak di tempat sehingga dibawalah ke RSUD Nagan Raya.
Budiman, Kepala Puskesmas Beutong Banggalang.(riz)

Daerah Terpencil

Kecamatan Beutong Banggalang merupakan daerah terpencil dan di sana mempunyai dokter tetap seorang dan baru-baru ini sudah ditambah  seorang dokter lagi. Dan berharap ke depan pelayanan kesehatan di Beutong Banggalang bisa lebih baik.
Mansuriadi SE, Kadis Kesehatan Nagan Raya.(riz)
Editor: bakri

TRIBUNnews.com © 2014

About Us

Help

Atas