Kamis, 29 Januari 2015

Dukun Kampung Bantu Persalinan Wati

Jumat, 10 Agustus 2012 08:55 WIB

JEURAM - Kasus pasien melahirkan yang ditolak di RSUD Nagan Raya, Jumat (3/8) lalu sehingga bayinya meninggal masih mendapat perhatian serius masyarakat daerah itu. Pada Rabu (8/8), DPRK Nagan Raya memanggil dan mangadakan pertemuan dengan pihak RSUD, Puskesmas Beutong Banggalang, dan Dinas Kesehatan guna mempertanyakan masalah tersebut.

Dalam pertemuan terungkap, pasien bernama Wati (32), warga Kuta Teungoh, Kecamatan Beutong Banggalang ketika melahirkan ditolong oleh seorang dukun kampung yang ikut mendampingi Wati ketika dibawa ke RSUD Nagan Raya.

Dalam pertemuan itu terungkap bahwa keluarga Wati pada Jumat (2/8) subuh meminta tolong pada Zul, seorang tenaga medis di Puskesmas Beutong Banggalang. Lalu Zul menghungi Budiman, Kepala Puskesmas Beutong Banggalang guna meminta pasien Wati agar dibawa ke RSUD Nagan Raya.

Sebab ketika akan dibawa ke Puskesmas Beutong Ateuh Banggalang, dua dokter yang bertugas di Puskesmas itu tak seorang pun berada di tempat sehingga diambil salusi pasien harus dibawa ke RSUD Nagan Raya dengan jarak perjalanan sekitar 3 jam.

Wati dibawa dengan sebuah ambulans Puskesmas didampingi oleh seorang perawat dan seorang dukun kampung (Aceh: ma blien). Lalu ketika tiba di IGD RSUD Nagan Raya, keluarga pasien meminta agar ditangani. Akan tetapi dokter jaga, dr Rika menyatakan dokter kandungan tidak ada di tempat, dan bidan pendamping juga tidak ada serta patograf juga tidak ada, sehingga dr Ika menyarankan agar dibawa ke RSUD Meulaboh.

Namun pihak keluarga tidak bersedia, sebab kondisi Wati sudah terdesak akan melahirkan apalagi sudah pecah ketuban. Sehingga Wati yang masih berada di dalam mobil ambulans itu langsung ditolong persalinan oleh dukun kampung yang ikut dalam ambulans tersebut. Bayi itu lahir di dalam ambulans di teras RSUD Nagan Raya.

Lalu pascamelahirkan, sang bayi yang sudah meninggal bersama Wati dibawa ke rumah seorang warga di depan RSUD Nagan Raya. “Dari pertemuan kita peroleh keterangan bahwa persalinan dilakukan dalam mobil ambulans dan ditolong oleh seorang dukun kampung,” ujar Adifal Susanto, Ketua Komisi D DPRK  Nagan Raya menjawab Serambi, Rabu (8/8) kemarin.

Halaman12
Editor: bakri
KOMENTAR ANDA

TRIBUNnews.com © 2015

About Us

Help

Atas