Massa Demo DPRK Agara
Jumat, 10 Agustus 2012 08:48 WIB

SERAMBI/ASNAWI
Ratusan massa yang tergabung dalam Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Gerakan Anti Korupsi Alas Generasi (Gakag) dan Forum Masyarakat Bersatu (FBM) Agara, demo Gedung DPRK Kutacane, Kecamatan Babussalam, Agara, Kamis (9/8).
Berita Terkait
- Mahasiswa Demo Minta Sekda Aceh Timur Dicopot
- Polisi Dalami Dugaan Pemalsuan Data di Partai Demokrat
- Korban Banjir Demo Kantor Camat Tripa Makmur
- Warga Duduki Kantor Camat Seunagan
- Mahasiswa Tolak Alokasi APBA untuk TNI/Polri
- Warga Berdelegasi ke DPRK Tamiang
- Aktivis Aceh Demo Tolak RUU Kamnas
- Pendemo Hadiahi Gubernur Obat Kuat
- Demokrat dan PAN Daftarkan Caleg DPRA
- Petani Demo ke Gedung DPRK
KUTACANE - Ratusan massa yang tergabung dalam Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Gerakan Anti Korupsi Alas Generasi (Gakag) dan Forum Masyarakat Bersatu (FBM) Agara, berdemo ke kantor DPRK Kutacane, Kamis (9/8). Mereka mengusung berbagai poster dan spanduk yang berisikan masalah korupsi yang diduga melibatkan para pejabat.
Kasri Selian dalam orasinya, mengatakan, dugaan maraknya korupsi di Agara harus mendapat perhatian dari polisi untuk segera mengusut sampai tuntas. Disebutkan, sejumlah proyek berselemak masalah, seperti
pembangunan Masjid Taqwa Rp 10 miliar, proyek perumahan komunitas adat tertinggal (KAT) di Desa Serakut, Kecamatan Leuser, penggelapan gaji 13 Rp 19 miliar.
Kemudian, pembangunan jalan dua jalur sebesar Rp 17 miliar dan bantuan hukum tahun 2008-2009. Sedangkan Ketua Gakag Agara, Arafik, juga menyerahkan satu bundel laporan indikasi Korupsi kepada Kasat Samapta Polres Agara, Iptu Awaluddin.
Sementara, Wakil Ketua DPRK Agara, Syahbuddin BP menyambut baik aspirasi rakyat itu dan mereka akan menindak lanjuti atas dugaan Korupsi tersebut. Mendengar penjelasan itu, para demonstran membubarkan diri dengan aman dan tertib pada pukul 12.30 WIB.(as)
Kasri Selian dalam orasinya, mengatakan, dugaan maraknya korupsi di Agara harus mendapat perhatian dari polisi untuk segera mengusut sampai tuntas. Disebutkan, sejumlah proyek berselemak masalah, seperti
pembangunan Masjid Taqwa Rp 10 miliar, proyek perumahan komunitas adat tertinggal (KAT) di Desa Serakut, Kecamatan Leuser, penggelapan gaji 13 Rp 19 miliar.
Kemudian, pembangunan jalan dua jalur sebesar Rp 17 miliar dan bantuan hukum tahun 2008-2009. Sedangkan Ketua Gakag Agara, Arafik, juga menyerahkan satu bundel laporan indikasi Korupsi kepada Kasat Samapta Polres Agara, Iptu Awaluddin.
Sementara, Wakil Ketua DPRK Agara, Syahbuddin BP menyambut baik aspirasi rakyat itu dan mereka akan menindak lanjuti atas dugaan Korupsi tersebut. Mendengar penjelasan itu, para demonstran membubarkan diri dengan aman dan tertib pada pukul 12.30 WIB.(as)
Editor : bakri
