Pencabut Nyawa di Balik Seragam Polisi
Jumat, 10 Agustus 2012 19:57 WIB
Share |
AP11021308547.jpg
Ilustrasi | Dok Litbang | AP/ Allauddin Khan
Tentara Afghanistan menggeledah pria lokal di dekat sebuah markas polisi yang diserang oleh pemberontak Taliban di Kandahar selatan Kabul, Afganistan, Minggu (13/2). Gerilyawan Taliban mengenakan rompi peledak menyerang markas polisi.
SERAMBINEWS.COM - Sejak awal 2012, muncul semacam modus baru untuk memerangi serdadu asing di Afganistan. Cara mematikan itu, tampaknya, memanfaatkan kerja sama pasukan NATO dengan polisi Afganistan.

Pasukan asing di Afganistan memang bakal hengkang seluruhnya hingga akhir 2014. Makanya, mereka melatih polisi Afganistan agar mampu menjaga keamanan negara pascaangkat kakinya pasukan asing.


Menurut warta AP dan AFP pada Jumat (10/8/2012), insiden pertama terjadi pada 8 Januari. Waktu itu, tujuh tentara asing tewas dalam penembakan oleh seorang berseragam polisi Afganistan di di Provinsi Zabul. Penyerang akhirnya tewas lantaran tembakan balasan.


Selanjutnya, hal sama terjadi bahkan tiap bulan. Kalau pada Januari terjadi empat kasus, Februari pun mencatat angka sama. Kemudian, berturut-turut adalah Maret tiga kasus, April (2), Mei (3), Juni (1), Juli (3), dan Agustus (2).


Pihak NATO sampai kini masih menyelidiki para "pencabut nyawa" di balik seragam polisi Afganistan itu. 


Editor : mufti
Sumber : Kompas.com