Seorang Pria Menerima Parsel Berisi Senjata Semi Otomatis
Jumat, 10 Agustus 2012 17:05 WIB

Seth Horvitz, memperlihatkan isi parsel kiriman dari pihak ketiga melalui Amazon
Berita Terkait
- Layanan BlackBerry Messenger Bangkit Lagi
- Hakim Tunda Sidang Pria Ber-AK 56
- Pria Ber-AK 56 ke PN
- Beruang Ini Ketagihan Mabuk Aroma Bensin
- Unik, Gajah Laut Menyeberang, Arus Lalu Lintas Macet
- Dunia Terbalik di Mata Wanita Ini
- Pria Ini Berencana Hidup Bersama Singa
- Ditangkap karena Tertawa Terlalu Keras
- Periksa Junaidi, Polisi Minta Izin Gubernur
- Pria Ini Guru Paling Kecil Sedunia
SERAMBINEWS.COM - Seth Horvitz yang tinggal di distrik sebelah timur laut Washington, DC,
mengontak polisi, segera setelah menemukan kiriman parsel, di depan
pintu apartemennya.
Kiriman itu adalah senjata militer Sig Sauer SIG716.
"Pada mulanya mereka bingung. Mereka tidak pernah menemukan kasus seperti ini," kata Horvitz kepada Fox 5, televisi setempat.
"Mereka hanya mengambil informasi dan berkata, kami akan menangani senjata ini, sebab ilegal berada disini. Ilegal untuk dibawa dengan kendaraan, dan ilegal untuk dikembalikan."
Alamat pengirimannya benar, untuk Horvitz. Namun sebenarnya lelaki ini memesan televisi dari pihak ketiga melalui Amazon.
Tanda pengiriman ada di dalam kotak, yang seharusnya untuk sebuah toko senjata di Pennsylvania, seperti yang dilansir DailyMail.
Juru bicara polisi Washington Metropolitan mengatakan, kasus ini menghangatkan kejadian penembakkan yang terjadi kurang dari sebulan.
Kiriman itu adalah senjata militer Sig Sauer SIG716.
"Pada mulanya mereka bingung. Mereka tidak pernah menemukan kasus seperti ini," kata Horvitz kepada Fox 5, televisi setempat.
"Mereka hanya mengambil informasi dan berkata, kami akan menangani senjata ini, sebab ilegal berada disini. Ilegal untuk dibawa dengan kendaraan, dan ilegal untuk dikembalikan."
Alamat pengirimannya benar, untuk Horvitz. Namun sebenarnya lelaki ini memesan televisi dari pihak ketiga melalui Amazon.
Tanda pengiriman ada di dalam kotak, yang seharusnya untuk sebuah toko senjata di Pennsylvania, seperti yang dilansir DailyMail.
Juru bicara polisi Washington Metropolitan mengatakan, kasus ini menghangatkan kejadian penembakkan yang terjadi kurang dari sebulan.
Editor : mufti
