Jumat, 19 Desember 2014
Serambi Indonesia

Ustaz, Apa Benar Ruh Suami Bisa Gauli Istrinya di Dunia?

Jumat, 10 Agustus 2012 09:11 WIB

Ustaz, Apa Benar Ruh Suami Bisa Gauli Istrinya di Dunia?
Illustrasi | IST
.

Sebuah konsultasi agama menarik dari 'Islam itu Indah', coba Serambinews.com turunkan buat pembaca, semoga berguna adanya.


Pertanyaan: Ustaz, suami saya telah meninggal tiga bulan yang lalu. Namun, akhir-akhir ini ada yang aneh yang saya rasakan pada diri saya, masalahnya adalah setiap malam seakan-akan arwah almarhum mendatangi dan menggauli saya. Pertanyaanya;

- Apa bisa arwah almarhum mendatangi dan menggauli saya seperti saat almarhum masih hidup?

- Apa bisa ruh suami saya menziarahi anggota keluarganya, menziarahi rumah atau kampung halamannya?

- Apakah benar ruh orang yang sudah meninggal bisa bolak-balik memasuki tubuh anggota keluarganya, seolah-olahnya boleh berinteraksi dengan orang hidup.

Hamimah Abdullah
Banting, Selangor.


Jawaban:

Ibu, menjawab perkara pertama, arwah suami anda mendatangi anda sebagai seorang isterinya dan seakan-akan sedang ‘tidur bersama’, mungkin itu adalah sebuah mimpi.

Karena itu mimpi, bisa saja terjadi, lebih-lebih lagi kalau almarhum semasa hidupnya sangat mencintai dan menyayangi anda.

Adalah hal yang tidak mungkin (tidak masuk akal) bisa terjadi juga secara nyata dalam keadaan sadar meski anda yakin yang datang itu adalah suami anda, sebab manusia yang sudah meninggal maka kehidupan sudah berubah ke selanjutnya yaitu alam baqa’ (alamul khulud), dan itu dimulai dari kubur.

Hadis Nabi s.a.w ,”Alam kubur itu adalah suatu tempat tinggal sementara, tempat berhenti daripada tempat-tempat yang akan dilalui, menuju ke alam akhirat, alam kubur adalah sebahagian daripada alam barzakh, maka yang telah dimasukkan ke alam kubur akan berada didalamnya hingga hari Kiamat tiba dan tidak mungkin bisa kembali lagi ke alam dunia.

Adapun yang datang melalui mimpi itu sebenarnya bukanlah suami anda yang sebenarnya, bisa jadi itu jin yang mencoba menggoda manusia, karena jin bisa menyurupai makhluk-makhluk tertentu.

Jin itu ada tiga macam. sesuai sabda rasulullah, “jin ada tiga macam. pertama, jin yang mempunyai sayap, mereka bisa terbang di udara. kedua, jin berupa ular-ular dan kalajengking. dan ketiga, jin yang bertempat tinggal dan pindah-pindah serta berpetualang.” (HR Thabrani dan Hakim)

Bisa ajadi Qareen. Qareen ini berwujud dan disebut juga syaitan yang selalu menggoda manusia agar terjerumus. Dalam al-Qurannul Karim, terdapat istilah Qareen sebanyak 12 kali. Misalnya saat kita merujuk kepada Surah as-Shaffaat, ayat 51 yang menyebutkan salah seorang daripada orang yang telah meninggal mengakui bahwa dalam dirinya ada Qareen.

Qareen dalam tafsir seperti al-Qurtubi dan al-Maraghi, disebut sebagai kawan atau teman yang melekat apabila manusia itu cenderung mengikuti hawa nafsunya. Artinya, insan yang menjadikan Qareen sebagai teman akrabnya maka dia telah mendapat sejahat-jahat teman. Qareen adalah satu jenis dari jenis-jenis Jin ataupun Syaitan.

Pada umumnya, apabila manusia bersekutu dengan syaitan, maka jadilah dia Qareen. Karenanya, ketika seseorang meninggal, Qareen ini akan melakukan berbagai cara yang tidak baik termasuklah menganggu keluarga si yang meninggal atau mendatangi isterinya seakan-akan dia itu suaminya, baik dalam wujud kasar maupun ghaib, bisa masu lewat mimpi. Aktivitas Qareen ini tidak jauh dari misi menggoda manusia.  

Oleh sebab itu, anda tidak seharusnya mempercayai bahwa yang datang itu adalah suami anda, kerana suami anda sesungguhnya telah kembali ke rahmatullah.

Masalah kedua, orang yang telah meninggal dunia, ruhnya kembali kepada Allah S.W.T yang diistilahkan berada dalam alam Barzakh, maka itu disebut juga alam Akhirat. Manusia yang telah meninggal tidak mungkin kembali lagi ke alam dunia kerana Barzakh itu bermaksud pemisah dan  penghalang dua alam. Ia ibarat sebuah tembok yang kokoh, memisahkan dua alam.

Maka orang yang telah kembali kerahmatullah atau kembali ke alam Barzakh ini, dia tidak boleh kembali lagi ke alam dunia. Dalam Surah az-Zumar, ayat 42 yang Allah menyebutkan, “Allah-lah yang memisahkan nyawa dengan mati daripada makhluk-Nya dan memegang yang telah pasti mati ini dengan tidak membenarkannya kembali ke dunia.”

Ayat al-Quran lain ada menyebut,
“Bahwa selepas kematian, mereka akan kembali ke alam Barzakh sampai hari Kiamat.”


Banyak ayat al-Quran dan al-Hadis yang menunjukkan bahawa ruh si mati berada dalam suatu kepungan Barzakh yang tidak mungkin bisa kembali lagi ke alam dunia. Sebagaimana manusia yang masih hidup didunia, tidak bisa masuk ke alam Barzakh (tanpa ada sebab).

Logiknya kita lihat, kalaulah ruh orang yang telah mati itu bisa kembali ke dunia, bisa melakukan berbagai-bagai aktivitas, sudah tentu orang-orang yang telah meninggal itu seolah-olahnya tiada siksa kubur, tiada balasan dan seolah-olahnya mereka bebas kesana kemari.

Oleh karena itu, kita harus yakin bahawa ruh si mati tidak bisa kembali untuk menziarahi keluarganya, rumahnya atau sebagainya yang ada didunia.

Soal ketiga, orang yang telah meninggal tidak bisa kembali ke dunia, sebab dia telah kembali ke rahmatullah. Selama jasadnya di ala barzah dan berada dalam amalan yang baik, penuh dengan nikmat, atau sebaliknya penuh dengan siksa kubur, maka tetap saja tidak mungkin akan kembali ke dunia ini kerana dia sudah berada di alam Barzakh.

Akan tetapi ada kasus-kasus kemasukan roh orang mati, meminjam jasad-jasad tertentu disaat orang kesurupan dan meniru kelakuan orang yang telah meninggal. Ada juga yang saat kesurupan mengaku dirinya Nabi Khidir, Sheikh Abdul Qadir Jailani, Wali Songo dan sebagainya. Ada juga pihak pengamal ilmu hitam yang mengambil sesuatu dari jasab orang meninggal, semua itu tidak benar dan Islam menolak hal-hal seperti kasus ini.

Seolah-olah ada istilah reinkarnasi padahal faham ini berasal darii agama Buddha, Hindu dan paham jaman jahiliah. Islam bersih dari semua paham ini. Umat Islam seharusnya beriman bahwa ruh adalah untuk dirinya saja dan tidak boleh masuk dalam diri orang lain. Satu jasad satu ruh, apabila dipisahkan, jasad akan tinggal di alam dunia, ruh kembali ke alam Barzakh.

Dihari kiamat nanti, jasad yang sudah rusak akan disatukan lagi dengan ruh untuk mempertanggungjawabkan amalanya saat dihisab oleh Allah S.W.T. Jadi alam barzakh adalah suatu alam yang ditutup rapat.

Oleh kerana itu tidak ada sama sekali manusia yang telah mati, ruhnya bisa menganggu atau menyakiti manusia didunia.

Dan berkatalah syaitan tatkala perkara (hisab) telah diselesaikan: “Sesungguhnya Allah telah menjanjikan kepadamu janji yang benar, dan akupun telah menjanjikan kepadamu tetapi aku menyalahinya. Sekali-kali tidak ada kekuasaan bagiku terhadapmu, melainkan (sekedar) aku menyeru kamu lalu kamu mematuhi seruanku, oleh sebab itu janganlah kamu mencerca aku akan tetapi cercalah dirimu sendiri. Aku sekali-kali tidak dapat menolongmu dan kamupun sekali-kali tidak dapat menolongku. Sesungguhnya aku tidak membenarkan perbuatanmu mempersekutukan aku (dengan Allah) sejak dahulu.” Sesungguhnya orang-orang yang zalim itu mendapat siksaan yang pedih. (QS Ibrahim 22)

Wallahu a’lam.
Tuan Guru Dato’ Dr Haron Din

TRIBUNnews.com © 2014

About Us

Help

Atas