FPI Bireuen Jenguk Pengungsi Rohingya di Belawan
Sabtu, 11 Agustus 2012 17:29 WIB
Berita Terkait
- 222 Lokasi di Aceh Rawan Konflik
- Pengungsi Rohingya Gagal Kabur
- Baitul Mal Lamgugop Bantu Pengungsi Rohingya
- Habib Rizieq: Syariat Islam Konstitusional
- Aktivitas di Masjid Arongan Normal Kembali
- PAHAM Bahas Isu Rohingya
- Warga Nias Masuk Islam di Sawang
- Pendataan 74 Rohingya Butuh Waktu Dua Minggu
- 74 Rohingya Dievakuasi dari Pulo Aceh
- Mimbar Masjid Arongan Ditemukan di Rawa-rawa
Laporan Rahmad Wiguna | Medan
SERAMBINEWS.COM, MEDAN - Front Pembela Islam (FPI) Bireuen, Sabtu (11/8) sore menjenguk puluhan pengungsi Rohingya yang ditampung di rumah detensi imigrasi (Rudenim) Belawan. Sejumlah paket sembako yang sudah dipersiapkan dari Aceh langsung dibagikan kepada seluruh pengungsi.
Kunjungan yang dilakukan 10 anggota FPI Bireuen itu langsung disambut haru oleh para muslim Rohingya. Dengan bekal bahasa Indonesia yang cukup baik, para pengungsi itu langsung menumpahkan keluhannya selama berada di pengungsian.
Menurut Dewan Pembina FPI Bireuen, Syekh Khalil, kunjungan itu sebagai bentuk solidaritas sesama muslim yang sudah menjadi ajaran Islam. Ia mengaku sudah merencakan kunjungan sejak seminggu lalu.
"Mereka ini saudara kita, sesama muslim. Di manapun ukhuwah Islamiyah harus dijaga," kata Khalil yang berdampingan dengan Ketua FPI T Zainuddin.
Ia mengaku cukup bersyukur atas kondisi para pengungsi yang dianggap cukup baik. Meski begitu, ia masih menangkap gambaran kesedihan di wajah para pengungsi.
"Intinya mereka dalam kondisi baik, walau kita menangkapa ada wajah terbelenggu," ujarnya.
Rombongan dari Aceh yang mendapat kawalan dari FPI Deliserdang itu rencananya akan melaporkan kondisi para pengungsi itu kepada Gubernur Aceh Zaini Abdullah. Secara tegas, Khalil menegaskan FPI siap membina para pengungsi itu seandainya disetujui menjadi WNI.
"Kenapa tidak dijadikan WNI saja, FPI siap membantu mereka," tandasnya.
Khalil mengatakan bantuan FPI terhadap korban pembantaian di Myanmar itu tidak berhenti sampai di sini, karena pihaknya terus melakukan penggalangan dana, dan koordinasi dengan FPI di Sumut.
"Seandainya sulit membantu secara materi, kami pasti siap secara moril," tandasnya. (mad)
SERAMBINEWS.COM, MEDAN - Front Pembela Islam (FPI) Bireuen, Sabtu (11/8) sore menjenguk puluhan pengungsi Rohingya yang ditampung di rumah detensi imigrasi (Rudenim) Belawan. Sejumlah paket sembako yang sudah dipersiapkan dari Aceh langsung dibagikan kepada seluruh pengungsi.
Kunjungan yang dilakukan 10 anggota FPI Bireuen itu langsung disambut haru oleh para muslim Rohingya. Dengan bekal bahasa Indonesia yang cukup baik, para pengungsi itu langsung menumpahkan keluhannya selama berada di pengungsian.
Menurut Dewan Pembina FPI Bireuen, Syekh Khalil, kunjungan itu sebagai bentuk solidaritas sesama muslim yang sudah menjadi ajaran Islam. Ia mengaku sudah merencakan kunjungan sejak seminggu lalu.
"Mereka ini saudara kita, sesama muslim. Di manapun ukhuwah Islamiyah harus dijaga," kata Khalil yang berdampingan dengan Ketua FPI T Zainuddin.
Ia mengaku cukup bersyukur atas kondisi para pengungsi yang dianggap cukup baik. Meski begitu, ia masih menangkap gambaran kesedihan di wajah para pengungsi.
"Intinya mereka dalam kondisi baik, walau kita menangkapa ada wajah terbelenggu," ujarnya.
Rombongan dari Aceh yang mendapat kawalan dari FPI Deliserdang itu rencananya akan melaporkan kondisi para pengungsi itu kepada Gubernur Aceh Zaini Abdullah. Secara tegas, Khalil menegaskan FPI siap membina para pengungsi itu seandainya disetujui menjadi WNI.
"Kenapa tidak dijadikan WNI saja, FPI siap membantu mereka," tandasnya.
Khalil mengatakan bantuan FPI terhadap korban pembantaian di Myanmar itu tidak berhenti sampai di sini, karena pihaknya terus melakukan penggalangan dana, dan koordinasi dengan FPI di Sumut.
"Seandainya sulit membantu secara materi, kami pasti siap secara moril," tandasnya. (mad)
