Selasa, 9 Juni 2026

Pembunuh Ibu Satu Anak Dibekuk

Pria ini diyakini polisi telah membunuh Nurhayati (26), ibu satu anak, asal Desa Alue Manjrun, pada Selasa (7/8) sekitar pukul 18.30 WIB

Tayang:
Editor: hasyim

* Motifnya Pencurian

LHOKSEUMAWE - Tim Opsnal Polres Lhokseumawe membekuk Usman (29), warga Desa Alue Manjrun, Kecamatan Syamtalira Bayu, Aceh Utara, pada Kamis (9/8) sekitar pukul 22.00 WIB di kediamannya bersama istri, kawasan Blangmangat Kota Lhokseumawe. Pria ini diyakini polisi telah membunuh Nurhayati (26), ibu satu anak, asal Desa Alue Manjrun, pada Selasa (7/8) sekitar pukul 18.30 WIB.

Kapolres Lhokseumawe, AKBP Kukuh Santoso, melalui Kasat Reskrim AKP Supriadi MH, Jumat (10/8) menjelaskan, terungkapnya pelaku pembunuhan itu tidak terlepas dari informasi yang diberikan warga. Di antara saksi yang dimintai keterangannya, ada yang mencurigai Usman, karena sore itu ia terlihat di dekat rumah korban.

Lalu polisi mengarahkan penyelidikan ke arah Usman. “Setelah bukti dan keterangan yang kita himpun cukup kuat, tersangka pun langsung kita ciduk di rumahnya tanpa perlawanan,” jelas AKP Supriadi.

Dari tersangka, penyidik mendapatkan pengakuan bahwa pada hari kejadian, Selasa (7/8), sekitar pukul 14.00 WIB, dia masuk ke dalam rumah korban sambil membawa parang. Saat beraksi hendak mencari di mana Nurhayati menyimpan uang, ternyata korban yang sedang berada di dapur melihat Usman sudah masuk ke rumahnya.

Nurhayati pun langsung berteriak sambil mengambil bambu kecil sepanjang 60 cm, niatnya untuk memukul tersangka. Melihat Nurhayati menyerang, Usman pun menebaskan parang tajam yang ia bawa ke bahu dan leher Nurhayati. Istri Azhar itu pun ambruk.

Setelah itu, Usman lanjutkan mencari uang korban. Tiba-tiba di dinding kamar dia lihat ada dompet kecil tergantung. Setelah dia ambil, ternyata berisi cincin anak-anak.

Setelah mendapatkan emas itu, pelaku hendak kabur ke luar rumah. Tapi korban ternyata bergerak lagi dan tetap berteriak. Usman kemudian menebaskan lagi parang ke lehar korban. “Ini baru keterangan awal korban. Namun demikian, kita tetap terus mengembangkan pengusutan kasus ini,” ucap Kasat Reskrim.

Usman juga mengaku bahwa dalam melakukan aksinya, ia bermain tunggal.

Sedangkan barang bukti yang telah diamankan polisi, selain pakaian berlumur darah, juga sebilah bambu pendek, dan parang yang digunakan tersangka untuk menghabisi korban.

Khusus barang bukti cincin anak-anak yang diambil pelaku dari rumah korban, belum ditemukan. Saat Usman ditangkap di rumahnya pun, cincin itu tak ditemukan polisi. Alasan tersangka, sudah dia buang di antara pepohonan dekat rumah korban, karena ketakutan saat melarikan diri.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Nurhayati ibu satu anak ditemukan tewas mengenaskan di kamar rumahnya, di Desa Alue Manjrun, Kecamatan Syamtalira Bayu, Aceh Utara, Selasa (7/8) sekitar pukul 18.30 WIB. Korban mengalami tiga luka bacok, di leher kiri dan satu tebasan di bahu kiri.

Saat peristiwa itu terjadi, suami korban, Azhar (25) sedang berada di perkebunan sawit. Setiba di rumah malamnya, ia kaget menemukan istrinya di kamar sudah tak lagi bernyawa dan berlumuran darah. Sedangkan kondisi kamar berantakan. (bah)

pernyataan tersangka
Semula Hanya Ingin Mencuri

Awalnya saya hanya ingin mencuri uang saja untuk membayar utang pada saudara saya Rp 500.000. Namun, saya terpaksa membunuh, karena ketahuan saat saya sedang mencari uang di kamar korban.

Sedangkan perhiasan emas yang saya curi, satu di antaranya saya buang ke pepohonan saat melarikan diri, karena takut. Sedangkan satu lagi sempat saya pakai di jari kelingking. Tapi karena semakin lama saya terus merasa takut, cincin itu pun saya buang juga.
* Usman, tersangka pembunuh Nurhayati. (bah)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved