Sabtu, 20 Desember 2014
Serambi Indonesia

Terapi Pasca-Stroke

Minggu, 12 Agustus 2012 09:06 WIB

Oleh dr Nasyaruddin Herry Taufik Sp KFR,  Divisi  Rehabilitasi Medik IDI Kota Banda Aceh

Assalamualaikum. Pak dokter yang terhormat. Saya seorang bapak berumur 58 tahun. Dua  tahun yang lalu saya terkena stroke dan menyebabkan sebelah tangan dan kaki kanan saya lumpuh total. Suara saya pun mengalami perubahan. Setelah beberapa hari di rawat di RS,  saya dibolehkan pulang. Namun,  tangan dan kaki saya belum benar benar pulih. Saya telah menjalani rehabilitasi dan disinar dengan menggunakan lampu inframerah. Sekarang sedikit demi sedikit saya sudah bisa berjalan,  namun masih pincang. Tangan kanan saya juga tertekuk dan tidak bisa diluruskan lagi. Yang ingin saya tanyakan,  apakah saya dapat kembali seperti semula apabila saya rutin melakukan rehabilitasi? Sampai kapan saya harus menjalani rehab dan apakah ada gerakan ataupun olahraga khusus yang dapat saya lakukan sendiri di rumah sebagai program rehabilitasi saya? Terima kasih atas jawaban dokter.

M Sholeh,  Gp Jawa

Jawab
Waalaikumsalam Wr. Wb.  Secara klinis untuk sembuh kembali seperti semula masih ada sedikit harapan, karena penyembuhan pasien pasca-stroke dipengaruhi oleh beberapa faktor, antara lain  usia, tipe stroke, luas area otak yang terkena, spastik yang berat, penatalaksanaan awal, penyakit diabetes, dan waktu intervensi program rehabilitasi (masa 6 bulan pertama).

Siku dan  tangan yang tertekuk dapat dilakukan dengan terapi modalitas yang dilanjutkan dengan latihan peregangan otot-otot fleksor atau dikoreksi dengan pemakaian ortesa splint. Jalan yang pincang dapat diminimalkan dengan melakukan latihan pola jalan (biofeedback gait training) yang dikombinasi dengan pemakaian ortesa AFO sesuai kondisi.

Pada dasarnya menjalani program rehabilitasi memerlukan jangka waktu yang lama, tetapi pada prinsipnya target yang harus dicapai adalah mampu mandiri secara fungsional dengan gejala/komplikasi yang masih ada dengan atau tanpa alat bantu. Adapun olahraga atau gerakan khusus pada penderita stroke dalam pelaksanaannya seperti yang telah dilakukan di poli rehabilitasi rumah sakit. Untuk perubahan suara sendiri dapat disembuhkan dengan menjalani program terapi wicara.

Penyakit stroke bisa berulang. Jadi,  usaha yang terbaik adalah mengendalikan faktor risiko dengan cara pemeriksaan secara berkala terhadap tekanan darah, kadar gula darah,  kolesterol, HDL, LDL, trigliserida, dan asam urat, serta membiasakan pola hidup sehat antara lain dengan tidak merokok, hindari minum kopi, diet rendah karbohidrat dan lemak.
Editor: bakri

TRIBUNnews.com © 2014

About Us

Help

Atas