Demi Pemerintahan Sipil, Mursi Pecat Dua Jenderal Senior
Senin, 13 Agustus 2012 13:41 WIB

Reuters/Sherif Abd Monam
Tantawi (kiri) saat berbicara dengan Mursi disebuah acara, sebelum diberhentikan.
Berita Terkait
- Oknum Polri dan TNI Jadi Tersangka
- Karena Difitnah, Ulama Pakistan Bela Gadis Kristen
- Arab Saudi Tangkap 1.443 Penjahat Narkoba Selama 8…
- Ratu Kokain Kolombia Tewas Ditembak
- Bom Bunuh Diri Taliban Tewaskan 25 Peziarah
- Anak Belia Pegungsi Suriah di Yordania Menikah Karena…
- Lebanon Sudah Larang Warganya Merokok
- Tuntutan Tidak Dipenuhi, Jihadis Mali Eksekusi Diplomat
- Militer Turki dan PKK Saling Serang, 30 Tewas
- 48 Tewas Ketika Bolaven Hempas Korea Utara
SERAMBINEWS.COM, KAIRO - Presiden Mesir Mohamed Mursi telah memberhentikan dua jenderal senior pada hari Minggu (12/8/2012). Dua jenderal ini sebelumnya kebal dipecat sebelum kedatangan Mursi dan mereka adalah sosok dari sisa-sisa rezim diktator
Hosni Mubarak yang terjungkal. Hingga datangnya Mursi terpilih menjadi presiden, kedua jenderal ini akhirnya didepak.
Tindakan berani Mohamed Mursi, mendapat ajungan jempol atau apresiasi positif dari rakyat Mesir dan mereka mengelu-elukan Mursi sebagai sosok pemimpin yang tampil berani dan reformis.
Reuters melaporkan, pemberhentian itu sendiri diumumkan langsung oleh Mursi di Kairo. Dua jenderal itu adalah Panglima Angkatan Bersenjata Mesir, Jenderal Hussein Tantawi, dan Kepala Staf Militer Jenderal Sami Enan.
Tantawi (74), yang telah lama memimpin militer, diganti oleh Jenderal Abdel Fattah al-Sisi (57) dari intelijen militer. Enan (64) diganti oleh Jenderal Sidki Sobhi (56), yang sebelumnya memimpin Komando Militer Ketiga yang berbasis di terusan Suez.
Mursi dalam pidatonya itu menyebutkan bahwa pemecatan kedua jenderal senior tersebut merupakan bagian dari reformasi yang dia usung untuk menghapus pemerintahan militer menuju pemerintahan sipil.
"Keputusan yang saya ambil ini bukan pilih kasih dan tidak pula bertujuan mau mempermalukan institusi militer, bukan untuk mempersempit kebebasan," kata Mursi, dia menyebuttkan keputusannya itu merupakan sebuah upaya agar militer tidak lagi ikut terlibat politik dan mereka harus kembali ke khittah aslinya sebagai profesional. Mursi juga menyebut keputusan itu adalah untuk kepentingan bangsa dan negara. (H)
Tindakan berani Mohamed Mursi, mendapat ajungan jempol atau apresiasi positif dari rakyat Mesir dan mereka mengelu-elukan Mursi sebagai sosok pemimpin yang tampil berani dan reformis.
Reuters melaporkan, pemberhentian itu sendiri diumumkan langsung oleh Mursi di Kairo. Dua jenderal itu adalah Panglima Angkatan Bersenjata Mesir, Jenderal Hussein Tantawi, dan Kepala Staf Militer Jenderal Sami Enan.
Tantawi (74), yang telah lama memimpin militer, diganti oleh Jenderal Abdel Fattah al-Sisi (57) dari intelijen militer. Enan (64) diganti oleh Jenderal Sidki Sobhi (56), yang sebelumnya memimpin Komando Militer Ketiga yang berbasis di terusan Suez.
Mursi dalam pidatonya itu menyebutkan bahwa pemecatan kedua jenderal senior tersebut merupakan bagian dari reformasi yang dia usung untuk menghapus pemerintahan militer menuju pemerintahan sipil.
"Keputusan yang saya ambil ini bukan pilih kasih dan tidak pula bertujuan mau mempermalukan institusi militer, bukan untuk mempersempit kebebasan," kata Mursi, dia menyebuttkan keputusannya itu merupakan sebuah upaya agar militer tidak lagi ikut terlibat politik dan mereka harus kembali ke khittah aslinya sebagai profesional. Mursi juga menyebut keputusan itu adalah untuk kepentingan bangsa dan negara. (H)
