Penjual Nasi Siang Hari Kembali Digerudhuk
Senin, 13 Agustus 2012 08:40 WIB
Berita Terkait
- Satpol PP Pijay Sosialisasi Razia Ternak
- Puluhan Perempuan Berbusana Ketat Ditangkap di Meulaboh
- Diskominfo Razia Warnet di Medan
- MPU Pijay Kecam Konser Musik Perdamaian
- WH Kota Langsa Dilempari Batu
- WH Lakukan Razia, Pramuniaga Kucar-Kacir
- Satpol PP Subulussalam Razia PNS Berkeliaran
- Isteri Terjaring Razia, Suami Serang Kepala DSI
- Takut Razia, Warga Pilih Lawan Jalur
- Satpol PP Singkil Gencarkan Razia PNS
LHOKSUKON – Warung nasi di Trieng Matang Ubi, Kecamatan Lhoksukon, Aceh Utara, Sabtu (11/8), sekira pukul 12.30 WIB, digerudhuk (digerebek-red) aparat Satuan Polisi Pamong Praja dan Wilayatul Hisbah (Satpol PP dan WH). Bersama itu, petugas juga sempat membina pemilik warung dimaksud lantaran menjual nasi di siang hari.
Penggerebekan warung makan yang menjual masakan khas Padang tersebut bermula dari adanya pengintaian yang dilakukan oleh empat personil WH. Saat itu, petugas melihat ada dua orang keluar dari warung itu.
“Lalu mereka kami stop. Tapi mereka langsung kabur dan sepeda motornya dilajukan dengan kecepatan tinggi,” sebut Komandan WH Wilayah Tengah, M Jamil Umar kepada Prohaba, kemarin.
Usai itu, pihaknya langsung masuk ke warung makan tersebut. Di dalam warung ditemukan dua bungkus nasi yang siap jual. Kemudian, petugas memeriksa Maliar (39), pedagang di warung itu. Menurut pengakuannya, dia tidak menjual untuk umum. Namun, khusus untuk pekerja bangunan di dekat warung tersebut.
“Meski begitu, kami meminta dia tidak berjualan selama Ramadhan. Kami tidak menangkapnya, tapi hanya kita bina dan menyerahkannya ke keuchik setempat. Jika terulang lagi, baru kita tangkap,” sebut Jamil.(c46)
Penggerebekan warung makan yang menjual masakan khas Padang tersebut bermula dari adanya pengintaian yang dilakukan oleh empat personil WH. Saat itu, petugas melihat ada dua orang keluar dari warung itu.
“Lalu mereka kami stop. Tapi mereka langsung kabur dan sepeda motornya dilajukan dengan kecepatan tinggi,” sebut Komandan WH Wilayah Tengah, M Jamil Umar kepada Prohaba, kemarin.
Usai itu, pihaknya langsung masuk ke warung makan tersebut. Di dalam warung ditemukan dua bungkus nasi yang siap jual. Kemudian, petugas memeriksa Maliar (39), pedagang di warung itu. Menurut pengakuannya, dia tidak menjual untuk umum. Namun, khusus untuk pekerja bangunan di dekat warung tersebut.
“Meski begitu, kami meminta dia tidak berjualan selama Ramadhan. Kami tidak menangkapnya, tapi hanya kita bina dan menyerahkannya ke keuchik setempat. Jika terulang lagi, baru kita tangkap,” sebut Jamil.(c46)
Editor : bakri
