Segera Tangani Amuk Gajah di Aceh Barat
Senin, 13 Agustus 2012 09:00 WIB
Share |
MEULABOH - Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) meminta Badan Konservasi dan Sumber Daya Alam (BKSDA) Provinsi Aceh segera menangani aksi amuk gajah yang selama ini terjadi di Kecamatan Woyla Induk, Kabupaten Aceh Barat. Pasalnya, amukan gajah tersebut telah menyebabkan kerusakan lahan perkebunan seluas 20 hektare serta 20 unit rumah warga di beberapa desa pedalaman tersebut rusak.

“BKSDA harus segera turun tangan untuk mengatasi persoalan ini sebelum jatuhnya korban warga Aceh Barat,” kata anggota DPRA Tgk Ali Murtala kepada Serambi, Minggu (12/8) di Meulaboh.

Ia merincikan, berdasarkan informasi dari masyarakat, kerusakan terparah akibat aksi amuk gajah itu terjadi di Desa Aron Buloh dengan kerusakan rumah mencapai 8 unit, kemudian di Desa Gempa Raya 3 unit, Padang Jawa 3 unit, serta Pasi Pandan sebanyak 6 unit rumah.

Sedangkan total lahan perkebunan masyarakat yang mengalami kerusakan dari empat desa di Kecamatan Woyla itu, kata Tgk Ali Murtala, mencapai 20 hektare meliputi perkebunan sawit, karet, serta lahan palawija serta perkebunan lainnya.

Politisi Partai Aceh ini juga berjanji sekembalinya ke Banda Aceh nanti, akan memanggil pihak BKSDA untuk segera menindaklanjuti keluhan masyarakat di wilayah itu. “Karena sampai saat ini masyarakat masih ketakutan akibat aksi amuk gajah yang terjadi di pedalaman Aceh Barat,” pungkasnya.(edi)

Editor : bakri