Rabu, 10 Juni 2026

Tafakur

Istiqamah

Dan bersabarlah kamu bersama-sama dengan orang-orang yang menyeru Tuhannya di pagi dan senja hari dengan mengharap kerizaan-Nya

Tayang:
Editor: bakri
Oleh Jarjani Usman

“Dan bersabarlah kamu bersama-sama dengan orang-orang yang menyeru Tuhannya di pagi dan senja hari dengan mengharap kerizaan-Nya; dan janganlah kedua matamu berpaling dari mereka (karena) mengharapkan perhiasan kehidupan dunia ini; dan janganlah kamu mengikuti orang yang hatinya telah Kami lalaikan dari mengingat Kami, serta menuruti hawa nafsunya dan adalah keadaannya itu melewati batas” (QS. Al-Kahfi: 28).

Dalam beberapa hari yang akan datang, bulan suci Ramadhan pasti akan berlalu. Beruntunglah bagi orang-orang yang menyempatkan diri menikmatinya dengan beribadah sebanyak-banyaknya dengan penuh keikhlasan. Allah menepati janjinya, akan memberikan ampunan dosa dan meraih derajat taqwa kepada hamba-hambaNya yang ikhlas beribadah selama bulan penuh rahmat itu. Di antara tanda penting orang yang berhasil meraih derajat taqwa tersebut ialah memiliki sifat istiqamah atau menetapi jalan yang diridhai Allah meskipun telah bukan lagi di bulan Ramadhan.

Banyak macam istiqamah telah dikemukakan para ulama. Antara lain istiqamah dalam menuruti perintah dan tidak melakukan larangan Allah. Inilah yang sering membuat banyak orang tak konsisten dalam melaksanakannya. Sebahgian orang hanya mampu bertahan di kala senang, tetapi labil di kala diuji dengan kesusahan. Di samping itu, ada istiqamah dalam bersyukur atas segala nikmat, serta istiqamah dalam bersabar dalam meraih surga Allah.

Menetapi jalan Allah, bagi sebahagian orang yang telah terbiasa tergelincir dari jalanNya, bukanlah hal yang mudah. Apalagi bila mencari nafkah, misalnya, masih belum dipindahkan dari jalan yang berlumur dosa. Perlu tekad yang kuat untuk bertahan dalam kebaikan dan tak lagi berpaling ke jalan orang-orang lalai, sebagaimana tekad menahan diri karena Allah terutama selama latihan dalam hari-hari dalam bulan Ramadhan. Lebih susah lagi apabila selama bulan Ramadhan tidak menambah pengetahuan yang memadai tentang perintah dan larangan Allah, bersyukur, dan lain-lain.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved