Pria 'Knifeman' Tewas Diberondong Polisi
Selasa, 14 Agustus 2012 12:21 WIB

Thescottishsun
Berita Terkait
- Oknum Polri dan TNI Jadi Tersangka
- Karena Difitnah, Ulama Pakistan Bela Gadis Kristen
- Arab Saudi Tangkap 1.443 Penjahat Narkoba Selama 8…
- Ratu Kokain Kolombia Tewas Ditembak
- Bom Bunuh Diri Taliban Tewaskan 25 Peziarah
- Anak Belia Pegungsi Suriah di Yordania Menikah Karena…
- Lebanon Sudah Larang Warganya Merokok
- Tuntutan Tidak Dipenuhi, Jihadis Mali Eksekusi Diplomat
- Militer Turki dan PKK Saling Serang, 30 Tewas
- 48 Tewas Ketika Bolaven Hempas Korea Utara
SERAMBINEWS.COM, NEW YORK - Seorang pria dengan pisau 11' ditangan tewas ditembak dua polisi di Times Square, New York Amerika Serikat karena menolak menyerah saat hendak ditangkap.
Darius Kennedy (51), sebelum diberondong 12 tembakan itu didapati sedang teler setelah mengkonsumsi narkotika dan keberadaanya di jalanan kota New York telah membahayakan para pejalan kaki.
Dia sempat dikejar-kejar hingga beberapa blok sampai akhirnya ditembak polisi hingga tewas, lapor Thescottishsun, Selasa (14/8/2012).
Para pejalan kaki semula ingin menangkap Kennedy dengan cara menyemprotkan cairan merica tapi orang yang sedang teler itu dengan lihai lolos dan bahkan mengancam pejalan kaki.
Akhirnya datang dua polisi melumpuhnya pria tersebut. "Ketika saya melihat petugas menarik senjata mereka, saya yakin mereka akan membunuhnya." ujar Lincoln Rocha, wisatawan asal Brasil. (H)
Darius Kennedy (51), sebelum diberondong 12 tembakan itu didapati sedang teler setelah mengkonsumsi narkotika dan keberadaanya di jalanan kota New York telah membahayakan para pejalan kaki.
Dia sempat dikejar-kejar hingga beberapa blok sampai akhirnya ditembak polisi hingga tewas, lapor Thescottishsun, Selasa (14/8/2012).
Para pejalan kaki semula ingin menangkap Kennedy dengan cara menyemprotkan cairan merica tapi orang yang sedang teler itu dengan lihai lolos dan bahkan mengancam pejalan kaki.
Akhirnya datang dua polisi melumpuhnya pria tersebut. "Ketika saya melihat petugas menarik senjata mereka, saya yakin mereka akan membunuhnya." ujar Lincoln Rocha, wisatawan asal Brasil. (H)
