Seorang Walikota di Afganistan Tewas Terkena Bom
Selasa, 14 Agustus 2012 08:34 WIB

AP
Berita Terkait
- Oknum Polri dan TNI Jadi Tersangka
- Karena Difitnah, Ulama Pakistan Bela Gadis Kristen
- Arab Saudi Tangkap 1.443 Penjahat Narkoba Selama 8…
- Ratu Kokain Kolombia Tewas Ditembak
- Bom Bunuh Diri Taliban Tewaskan 25 Peziarah
- Anak Belia Pegungsi Suriah di Yordania Menikah Karena…
- Lebanon Sudah Larang Warganya Merokok
- Tuntutan Tidak Dipenuhi, Jihadis Mali Eksekusi Diplomat
- Militer Turki dan PKK Saling Serang, 30 Tewas
- 48 Tewas Ketika Bolaven Hempas Korea Utara
SERAMBINEWS.COM, KABUL - Lima orang termasuk seorang pejabat walikota distrik dan anggota
Dewan Perdamaian Tinggi (HPC) tewas dalam sebuah ledakan bom mematikan di Afghanistan utara, kata seorang pejabat Afghanistan, disitat The Hindu, Senin (13/8/2012).
Seorang juru bicara dari provinsi Takhar mengatakan, sebuah bom yang dikendalikan melalui remote control dipinggir jalan telah meledak pada Senin waktu setempat dan merenggut korban.
Dua pejabat penting masing-masing Mohammad Hasyim dan Abdul Aziz anggota HPC dan Ishkamesh seorang walikota yang sedang melakukan perjalanan ke ibukota provinsi Talagan dilaporkan tewas ditempat ketika bom tersebut meledakkan kendaraan yang mereka tumpangi. Tiga orang lainnya juga tewas dalam ledakan.
Dua pejabat penting masing-masing Mohammad Hasyim dan Abdul Aziz anggota HPC dan Ishkamesh seorang walikota yang sedang melakukan perjalanan ke ibukota provinsi Talagan dilaporkan tewas ditempat ketika bom tersebut meledakkan kendaraan yang mereka tumpangi. Tiga orang lainnya juga tewas dalam ledakan.
Juru bicara Faiz Mohammad Tawhedi mengatakan, pria bersenjata yang diyakini sebagai pemberontak juga menyerang konvoi para pejabat dan kepala polisi distrik yang sama sehingga memicu pertempuran di jalanan.
Dia mengatakan dua orang bersenjata dari Taliban tewas dalam pertempuran tersebut dan seorang tertangkap, namun kedua pejabat lolos dari berondongan senjata pemberontak. (H)
Dia mengatakan dua orang bersenjata dari Taliban tewas dalam pertempuran tersebut dan seorang tertangkap, namun kedua pejabat lolos dari berondongan senjata pemberontak. (H)
