Wanita Ini Dipecat Walt Disney Hanya Karena Islam
Rabu, 15 Agustus 2012 10:34 WIB
Share |
Imane_Budlal.jpg
Repro Politiekencultuur
SERAMBINEWS.COM, NEW YORK - Kantor berita PressTV (14/8/2012) melaporkan seorang Muslimah berdarah Maroko,  Imane Budlal (26), mantan karyawan Walt Disney Co. Amerika Serikat telah mengajukan gugatan terhadap perusahaan entertaiment terbesar itu atas penghinaan sikap rasisme yang dialaminya saat  bekerja, hanya karena dirinya seorang Muslim.

Imane Budlal (26) telah bekerja di Walt Disney sebagai storry-teller sejak 2008, dan dalam pengakuanya dia sering menjadi target diskriminasi oleh pihak perusahaan atas keteguhan hatinya sebagai penganut agama Islam.

The American Civil Liberties Union telah mengajukan gugatan atas nama Budlal dan menyebut pelecehan dan diskriminasi yang dialami Budlal belum pernah terjadi sebelumnya, kata Anne Richardson, pengacara Budlal.

Richardson menegaskan lagi bahwa Muslimah asal Maroko yang telah menjadi warga negara Amerika itu sejak awal bekerja hingga kasus ini terkuak sering mendapat penghinaan rasis karena keyakinannya,

"Dia menderita selama dua tahun atas panggilan-panggilan menghina, misalnya dia dipanggil dengan sebutan 'unta', 'teroris' dan dituduh membuat bom," kata Richardson.

Pihak Disney Land mengklaim bahwa kerudung Budlal tidak cocok dengan kode berpakaian perusahaan. Padahal, Budlal telah menawarkan untuk menggunakan kerudung yang warnanya matching dengan seragam Disney dan ada logo Disney, tetapi pihak Disney, lapor PresTV, tetap menolak dan malah meminta Budlal bekerja di area belakang yang jauh dari pandangan para pengunjung. Dia hendak dikucilkan.

Akhirnya Disney memecat Budlal pada tahun 2010 hanya karena ia menolak perintah untuk memakai topi besar ala Disney diatas kerudungnya.

Menurut pengacara Reem Salahi, dikutip Presstv, bahwa pihak Disney Land sengaja menyuruh Budlal memakai topi besar supaya identitas keislamannya tidak terlihat, dan sebagai bentuk olok-olokan terhadap agamanya.

Meskipun Disney membela citra perusahaan dengan mengklaim "mentoleransi berbagai agama" tetapi pengacara Richardson mengatakan bahwa kasus ini menunjukkan bahwa Disney melakukan praktek diskriminasi.

Sekarang Walt Disney menghadapi tuduhan ganda, meliputi kegagalan mencegah diskriminasi dan penghinaan serta pemecatan yang melanggar kebijakan publik, demikian PressTV. (Serambinews.com/H)